Sabtu, 24 February 2018

Berita

Tingkatkan Minat Baca Anak melalui Gernas Baku

14 Feb 2018 00:00:00


Tingkatkan Minat Baca Anak melalui Gernas Baku

SAHABAT KELUARGA - Abad ke – 21 membutuhkan anak-anak yang mampu berfikir kritis, kreatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi. Abad ini menuntut orang tua untuk mendampingi anak-anaknya mampu menguasi kecakapan beragam literasi (multiliterasi).

Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku (GERNAS BAKU) kepada anak merupakan gerakan untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak melalui pembiasaan di rumah, di satuan pendidikan PAUD, dan di masyarakat. Gerakan ini dibawah koordinasi Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Ditjen PAUD dan Dikmas Kemdikbud.

Tujuan dari gerakan ini membiasakan orang tua membacakan buku bersama anak agar mempererat hubungan sosial – emosi atara anak dan orang tua, serta menumbuhkan minat baca anak sejak dini.

Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga, Dr. Sukiman, M.Pd menyampaikan orang tua mempunyai peran yang sangat penting untuk menumbuhkan minat baca pada anak. ”Membacakan buku sebuah kebutuhan dalam pengasuhan karena banyak orang yang sukses di awali dengan kecintaannya akan membaca,” jelas direktur dalam sambutannya membuka diskusi kelompok terpumpun antara Kemdikbud dengan beberapa lembaga terkait, pada Senin (12/2/2018) di ruang sidang Ditbindikkel, Gedung C lantai 13 Kemdikbud.

Rangkaian GERNAS BAKU dimulai pada bulan Februari 2018 ini. Diawali dengan diskusi kelompok terpumpun, sosialisasi, kampanye, dan seminar.

Di bulan Maret akan dilaksanakan donasi buku berupa buku-buku bacaan anak usia dini dan orang tua serta  penyediaan pojok baca di PAUD.Pada bulan April, dilaksanakan penyuluhan terkait pengasuhan, bekerja sama antara guru dengan komite PAUD

Puncak acara akan dilakukan pada Mei 2018. Diawali dengan pengenalan GERNAS BAKU pada 2 Mei 2018 dan puncaknya akan dilaksankan serentak di Indonesia pada 5 Mei 2018.

Pada acara puncak, gerakan akan difokuskan di rumah dan di satuan pendidikan. Melibatkan kolaborasi antara pemerintah dengan pegiat peduli pendidikan anak usia dini, perguruan tinggi, dunia usaha serta komunitas literasi. Pada hari itu, serentak orang tua membacakan buku untuk anak-anaknya.

Kegiatan yang dilaksanakan di rumah diharapkan orang tua dapat belajar memahami kemampuan membaca, memahami teknik menarik minat baca, teknik membacakan dan yang sangat penting membiasakan membacakan buku dengan anak.

Sedangkan, kegiatan yang dilaksanakan di satuan pendidikan yaitu menyelenggarakan kelas orang tua, kelas inspirasi dengan tema menumbuhkan minat dan manfaat senang membaca.  

Hadir dalam diskusi kelompok terpumpun diantaranya Badan Bahasa Kemendikbud, Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Dewan Pembina Gerakan Ayo Membaca Indonesia, Reading Bugs Indonesia, Ikata Penerbit Indonesia (IKAPI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Dewan Gereja Indonesia (DGI), Dewan Vihara, Dewan Hindu, Yayasan Amurt Indonesia, Forum Taman Bacaan Masyarakat (F-TBM), Motor Literasi, Muslimat Nahdatul Ulama (NU), Aisiyah, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTKI), Ikatan Guru Raudatul Athfal (IGRA), Ikatan Guru Bustanul Athfal Aisiyah (IGABA), Pustaka Nasional, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia (PSSI), Tim Pengerak Pembinaan Kesejahteraan Kelaurga (TP-PKK) Pusat, Persatuan Wartawan Indoensia (PWI), Metro TV, DAAI TV dan TVRI.

Menutup diskusi, Direktur berharap kepada semua pihak khususnya peserta diskusi dapat mempersiapkan pelaksanakan gerakan orang tua membacakan buku yang ditandai dengan membaca untuk anak masing-masing secara kolosal pada puncak acara tanggal 5 Mei 2018 serentak se Indonesia. (Rudi Miswanto)