Sabtu, 24 February 2018

Berita

Kesuksesan Ngadiyo-Lasiyem Perlu Ditularkan

02 Feb 2018 00:00:00


Kesuksesan Ngadiyo-Lasiyem  Perlu Ditularkan

SAHABAT KELUARGA- Pemberiah hadiah umroh untuk pasangan suami istri asal Sleman, yakni Ngadiyo dan Lasiyem, merupakan bentuk apresiasi dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga dan Ditjen PAUD dan Dikmas, Kemendikbud, atas  semangat dan perjuangannya dalam membesarkan dan mendidik anak yang patut ditiru oleh orang tua-orang tua lain.

Walau keduanya tak lulus SD dan hanya berprofesi sebagai pedagang sayur di pasar Sleman, Yogyakarta, semangat dan perjuangannya dalam membesarkan dan mendidik anak patut ditiru oleh orang tua-orang tua lain.

Melalui didikan dan kasih sayang Ngadiyo dan Lasiyem, anak pertamanya, yakni Janu Muhammad,  berhasil menjalani pendidikan dengan mulus dan memuaskan. Janu merupakan peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tahun 2015. Dia kemudian melanjutkan pendidikan M.Sc dalam program studi Research in Human Geography di University of Birmingham, Inggris, melalui beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan pada tahun 2016 lalu dan menyelesaikan studinya pada Oktober 2017 lalu.

Dirjen, PAUD dan Dikmas, Harris Iskandar, mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi keluarga ibu Lasiyem lantaran berhasil memberikan inspirasi terhadap keluarga lainnya. 

Harris berharap, keluarga Lasiyem bisa menularkan kebaikan dan inspirasi tersebut kepada keluarga lainnya.

"Agar menular. Sehingga banyak lagi Janu-Janu yang lain," kata dia.  sesaat sebelum keberangkatan Ngadiyo dan Lasiyem bersama 320 jemaah umroh dari Alisan Tour and Travel lainnya di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis, ½, kemarin.

Pada Janu, Harris Iskandar berharap agar ilmu yang didapat di Inggris itu dapat diabdikan untuk pembangunan negara dan bangsa Indonesia.  Kepada Harris Iskandar dan Sukiman, Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga, Janu mengucapkan terima kasih dan merasa bersyukur bahwa orang tuanya diberi  kesempatan menunaikan umroh.

Merespons harapan Harris, Janu mengatakan, saat ini dirinya menjadi anggota Tim Ad Hoc untuk menggabungkan beberapa perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Tim ini merupakan bentukan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

“Saya diminta perkumpulan alumni LPDP untuk terlibat dalam kegiatan ini sebagai brntuk pengabdian usai lulus, “katanya.  Yanuar Jatnika

 

Baca juga :