Rabu, 13 December 2017

Umum

5 Cara Menumbuhkan Kreativitas Anak

27 Nov 2017 14:52:55


5 Cara Menumbuhkan Kreativitas Anak

SAHABAT KELUARGA – Kreativitas adalah bagian penting dalam proses pendidikan anak, terutama pada masa sekarang ini. Kualitas pendidikan tak diukur dari seberapa banyak materi yang dihafal anak dan kemampuannya mengerjakan soal, tetapi melalui kualitas yang lebih substansi. Seperti kemampuan mengambil keputusan, kreativitas anak, ketrampilan berkarya, moralitas dan lainnya.

Kreshna Aditya, salah seorang pemrakarsa Bincang Edukasi, membuat slideshow yang menarik tentang kreativitas anak dari masa ke masa, saat anak usia dini hingga remaja. Mengutip sebuah penelitian, Kreshna menuliskan bahwa 82% anak usia 5-6 tahun memiliki citra positif terhadap kemampuan belajarnya. Artinya cuma 18% yang tidak percaya diri. Pada anak usia 16 tahun, angka ini justru berbalik. Proporsi anak yang memiliki citra positif terhadap kemampuan belajarnya justru turun drastis menjadi hanya 18%. Seakan-akan rasa percaya diri akan hilang dan terjadi kemalasan.

Dari kutipan beliau tersebut,  ada 5 tips mendidik kreativitas anak untuk menjaga sistem tumbuh kembang menjadi optimal, antara lain:

Pertama, bangun ruang yang kondusif untuk anak. Jadilah keluarga yang demokratis yang memberikan ruang besar untuk anak. Orang tua membuat koridor dan batasan tentang yang cukup longgar untuk membuat anak tidak takut bertanya, berpendapat dan mencoba sesuatu. Suasana keluarga yang nyaman adalah paling utama untuk kreativitas anak dan mendidik anak-anak menjadi kreatif.

Kedua, beri kesempatan dan dorongan untuk kegiatan di luar pelajaran. Dorong anak untuk tak hanya fokus pada pelajaran di sekolah, tetapi juga menekuni hal-hal yang menarik minatnya. Menekuni hobi dan hal-hal yang disukai dapat membantu anak menjadi lebih santai dan kreatif.

Ketiga, dorongan lebih banyak daripada larangan. Anak memang perlu dijaga dari hal-hal yang berbahaya. Itulah sebabnya orangtua sering mengatakan larangan-larangan pada anaknya. Tetapi jika tak ada bahaya pada hal yang dilakukan anak, sebaiknya orang tua mengurangi kata-kata larangan yang mencegah anak untuk berinisiatif dan mencoba sesuatu. Ruang dan dorongan untuk inisiatif yang spontan adalah bagian dari proses pendidikan kreativitas anak.

Keempat, apresiasi inisiatif dan kerja keras anak. Ketika anak melakukan sebuah inisiatif, berikan dorongan dan pujian untuk inisiatifnya. Juga berikan pujian untuk kerja keras yang dilakukannya. Ini penting dan harus dilakukan dengan tulus. Usai memberikan apresiasi yang tulus, barulah orang tua memberikan masukan untuk meningkatkan kualitas karya mereka. Dengan dorongan dan apresiasi, anak merasa nyaman untuk berinisiatif, mencoba dan berkarya.

Kelima, perbesar toleransi pada kesalahan dan ketidaksempurnaan. Kreativitas berarti kesempatan banyak mencoba. Banyak mencoba memberikan peluang untuk melakukan kesalahan dan pemborosan. Jika menginginkan terpeliharanya kreativitas anak, toleransi saat anak melakukan kesalahan dan ketidaksempurnaan perlu diperluas karena nilai-nilai kreativitas adalah orisinalitas dan keunikan, bukan efisiensi. (Nur Hafidz - Mahasisawa IAIN Purwokerto, Kampung Literasi Wadas Kelir)