Rabu, 13 December 2017

Berita

Koin dari UK untuk Anak Indonesia

15 Nov 2017 17:20:09


Koin dari UK untuk Anak Indonesia

SAHABAT KELUARGA - Meski berada jauh dari Indonesia bukan berarti rasa cinta pada Tanah Air lantas pupus, terutama rasa peduli untuk kemajuan bangsa. Para mahasiswa maupun warga Indonesia di Birmingham, United Kingdom (UK) membuktikan hal tersebut.

Mereka mewujudkannya melalui program Coin for Indonesia (C4I) yaitu sebuah program penyaluran bantuan terhadap sejumlah anak usia SD, SMP, dan SMA di Indonesia yang putus sekolah. Sebab mereka yakin bahwa kemajuan bangsa berawal dari pendidikan yang baik yang didapat para generasi penerus.

Pada praktiknya, gerakan C4I hingga kini telah menyentuh pulau Jawa hingga Papua demi membantu anak-anak untuk bisa melanjutkan kembali kegiatan bersekolah.

Ide program dengan slogan “Dibuang Sayang, Buat Jajan Kurang” ini digagas kali pertama oleh Mochammad Agus Junaidi pada 1 Januari 2015. Kala itu Agus merupakan mahasiswa PhD di salah satu universitas di UK. Di awal pergerakannya, program C4I berjalan dibantu oleh istrinya, Sri Suhartini.

Pengalaman Agus dan Sri, setiap belanja mereka mendapat kembalian berupa koin seperti 1 penc, 2 penc, 5 penc, 10 penc, 20 penc, 50 penc, £1, dan £2. Biasanya untuk yang pecahan kecil seperti 1 penc sampai 20 penc sering terabaikan. “Kadang kita taruh begitu saja di meja, kurang ter-manage dengan baik,” ujar Agus.

Suatu hari Agus mencoba mengumpulkan uang pecahan 1p dan 2p dalam cangkir. Hal ini berlangsung hingga satu bulan. Setelah genap sebulan ia menghitung koin-koin tersebut dan ternyata total terkumpul sekira £3 atau setara Rp 50.000.

Dari situ muncul ide melahirkan program Coin for Indonesia yaitu mendonasikan uang pecahan koin seperti yang Agus lakukan, untuk memberi beasiswa anak-anak di Indonesia. Dengan asumsi Rp 50.000 per bulan untuk satu anak didik SD/SMP/SMA.

Jadi, bisa dibilang C4I adalah sebuah kontribusi nyata dari warga Indonesia di UK terhadap pendidikan siswa-siswi di Indonesia.

Agus yakin betul dengan ide sederhana tersebut program C4I mampu memberikan manfaat untuk orang-orang yang membutuhkan. Khususnya siswa-siswi di desa-desa terpencil yang memerlukan bantuan biaya pendidikan. Apalagi saat ini warga Indonesia di Birmingham sangat banyak.

BAGAIMANA CARA MENGUMPULKAN KOIN?

Demi keberlangsungan program ini Agus dibantu relawan lainnya, rutin satu bulan sekali mengumpulkan dan menghampiri siapa saja yang akan menyerahkan koin ataupun memberikan donasinya. Opsi lain, sumbangan dikumpulkan saat pengajian Birmingham yang berlangsung tiap dua pekan sekali.

Selain menyumbang koin, program ini juga membuka kesempatan siapa saja menjadi donatur tetap dengan memberi £3 per bulan untuk satu anak asuh dalam program beasiswa. Atau menjadi donatur sukarela dengan jumlah donasi bebas. Bisa diberikan secara cash atau transfer.

Sumbangan yang telah terkumpul nantinya akan disebar ke berbagai kota di Indonesia. Siapapun berhak menerima donasi dengan persyaratan anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu, tetapi memiliki semangat belajar serta mau sholat dan mengaji Al-Quran.

Tercatat hingga saat ini, C4I telah memiliki sejumlah anak asuh yang menyebar ke berbagai penjuru Indonesia yaitu 6 anak di Cirebon, Jawa Barat; 1 anak di Jakarta; 1 anak di Bandung, Jawa Barat; 2 anak di Kediri, Jawa Timur; 4 anak di Sumatera Barat; 4 anak di Penajam Paser, Kalimantan Timur; 5 anak di Denpasar, Bali; 5 anak di Sorowoko, Sulawesi Selatan; 4 anak di Lombok, Nusa Tenggara Barat; 4 anak di Timika, Papua. Serta pada 2016 lalu, program C4I telah membantu 12 anak di Bantul, Jawa Timur.

Demi keberlangsungan program supaya berjalan baik, masing-masing kota tersebut memiliki satu orang relawan sebagai penanggung jawab.

Siapa saja bisa memberikan informasi maupun rekomendasi terkait anak-anak di Indonesia yang membutuhkan beasiswa pendidikan tingkat SD/SMP/SMA.

Hingga kini program C4I masih terus berjalan. Bahkan Agus berharap C4I tetap berlanjut dan mampu membantu lebih banyak anak-anak di Indonesia dalam menggapai cita-citanya, dimulai dari bersekolah.

“Meskipun program C4I ini masih berskala kecil, program ini merupakan kontribusi nyata warga Indonesia yang ada di UK untuk negara Indonesia. Semoga C4I dapat membantu dan memberikan semangat kepada anak-anak Indonesia dari keluarga kurang mampu untuk bisa menggapai masa depan,” ujar Agus. (Lusi C. Maghrifie – Ibu Rumah Tangga dan penulis tentang parenting yang sedang ikut tugas belajar di UK)