Rabu, 13 December 2017

Keluarga Hebat

Bahlil Lahadalia, Jadi Pengusaha Melalui Ajaran Orang Tua (Bag 1)

30 Oct 2017 11:54:37


Bahlil Lahadalia, Jadi Pengusaha Melalui Ajaran Orang Tua (Bag 1)

SAHABAT KELUARGA- Hanya berbekal sebuah nama dan sebuah wilayah, tanpa alamat jelas, Sahabat Keluarga memberanikan diri mengunjungi Kabupaten Fak Fak, Papua Barat, pada pertengahan Oktober 2017 lalu. Tujuannya hanya satu, berkunjung ke rumah kediaman orang tua Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2015-2018. Ia juga pemilik sekitar 10 perusahaan dibawah holding PT Rifa Capital dengan omzet miliaran rupiah.

Mengapa Bahlil? Pertama, pria kelahiran 7 Agustus 1976 ini terlahir dari keluarga dengan penuh keterbatasan. Ayahnya, almarhum Lahadalia, hanyalah seorang tukang bangunan, sedangkan ibunya, H. Nurjani, berprofesi sebagai tukang cuci gosok di rumah-rumah tetangganya. Dengan profesi yang menghasilkan upah harian itu, mereka harus menghidupi delapan orang anak, tiga perempuan dan lima laki-laki. Bahlil adalah anak kedua.

Dengan kehidupan seperti itu, orang tua Bahlil tidak pernah ada kata menyerah. Mereka mengasuh dan mendidik anak-anaknya dengan penuh kasih dan tak lepas dari upaya memotivasi. Didikan kemandirian, motivasi untuk hidup lebih baik dengan dipenuhi kebajikan selalu ditanamkan keduanya.

Kedua, di berbagai kesempatan, Bahlil mengakui, keberhasilannya membangun bisnis tak lepas dari ajaran kedua orang tuanya. "Bapak saya sosok yang bersahaja penuh tanggung jawab terhadap pekerjaan dan keluarga. Selain itu juga tegas dan displin. Sedang mamak saya mengajari mandiri, telaten dan kreatif, “ujarnya saat ditemui Sahabat Keluarga awal Oktober 2017 lalu di kantornya di Menara Bidakara, Jakarta.

Bahlil tak pernah berhenti berterimakasih kepada kedua orang tuanya. Walaupun tidak memberikan nafkah berkecukupan semasa kecil, tapi nilai-nilai yang ditanamkan kepada dirinya agar selalu bersikap jujur, mandiri dan kreatif dapat menghantarkan dirinya membangun bisnis di Papua bersama perusahaan yang dibangun selama 11 tahun.

"Terwujudnya bisnis yang saya bangun berkat nilai-nilai orang tua yang ditanamkan sejak saya kecil," jelas Bahlil.

Memang, diantara kedelapan bersaudara, hanya Bahlil yang mampu mencapai keberhasilan di dunia bisnis. Namun, ke tujuh saudara lainnya juga mampu menyelesaikan gelar kesarjanaan. Saat ini, sebagian menjalani profesi sebagai pegawai negeri dan guru. Empat diantaranya juga berhasil menyelesaikan pendidikan S2nya. Si Bungsu, saat ini juga baru diwisuda dari Universitas Cendrawasih, sebuah Universitas di Jayapura yang juga menjadi tempat berkuliahnya semua anak-anak Lahadalia-H. Nurjani.

Mengingat profesi almarhum Lahadalia sebagai tukang bangunan dan H. Nurjani sebagai buruh cuci gosok, keberhasilan mendidik delapan anaknya sehingga meraih gelar sarjana layak diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi keluarga-keluarga lainnya.

Kedelapan anak almarhum Lahadalia dan H. Nurjani itu yakni Sadali Lahadalia (Kepala Bagian Keuangan Dinas Pertanian Kabupaten Fak Fak), Bahlil Lahadalia (Pengusaha, CEO PT Rifa Capital/Ketua Umum HIPMI 2015-2018), Baharudin Lahadalia (Sekretaris DPRD Fak Fak), Bayan Lahadalia (Pegawai Sekretariat DPRD Fak Fak), Muhani Lahadalia (Guru SD), Yati Lahadalia (Kuliah S2 di Universitas Cendrawasih), Faturahman Lahadalia (S1 Universitas Cendrawasih dan kini sedang kursus Bahasa Inggris di Kediri untuk melanjutkan S2) dan Sudarlin Lahadalia (Baru di wisuda pada September 2017 di Universitas Cendrawasih).

Bahlil Lahadalia mempersilakan Sahabat Keluarga untuk menemui ibunya di Fak Fak. “Datang saja ke Puncak di Fak Fak. Tanyakan saja ke orang-orang di sana, semua tahu rumah keluarga saya, “kata Bahlil.

Kabupaten Fak Fak berada di Papua Barat dengan ibukotanya Kabupaten Fak Fak. Ibukota kabupaten ini adalah Kota Fak Fak, sebuah kota kecil dengan kontur tanah berbukit-bukit. Bila Bandara Kabupaten Fak Fak, yakni Bandara Torea, berada di pinggir pantai, maka pusat pemerintahan Kota Kabupaten Fak Fak terpusat di dataran tinggi yang dikenal dengan sebutan puncak. Disanalah keluarga dari orang tua Bahlil Lahadalia berada, tepatnya di Jalan Brawijaya, Kelurahan Fak Fak Utara, Kecamatan Fak Fak Kota.

Benar saja, hanya satu kali Sahabat Keluarga bertanya pada pengemudi ojek di daerah puncak, langsung diantar ke rumah kediaman orang tuanya Bahlil Lahadalia. “Ya, saya tahu, yang nanti akhir Oktober itu mau menikahkan anaknya ya?,” kata pengemudi ojek itu.

Anak ke 6 dari almarhum Lahadalia-H. Nurjani, yakni Yati Lahadalia, melangsungkan pernikahan pada 28 Oktober 2017. Yanuar Jatnika

Bersambung

 

Berita Terkait:

H. Nurjani: Hidup Miskin Tak Harus Menyerah (Bag.2)

H. Nurjani : Hidup Miskin, tapi 8 Anaknya Berprestasi (Bag 3)

Bahlil Lahadalia: Karakter itu Dibentuk di Keluarga (Bag 4-Selesai)