Sabtu, 18 November 2017

Berita

Dukungan Psikologis Awal untuk Atasi Permasalahan Anak dan Remaja

15 Oct 2017 10:31:32


Dukungan Psikologis Awal untuk Atasi Permasalahan Anak dan Remaja

SAHABAT KELUARGA – Perkembangan psikologis yang dialami anak pada usia  remaja merupakan masa alami dan bisa terjadi pada anak remaja dimana saja. Pada usia ini, anak dan remaja tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat baik secara fisik, kognitif, maupun sosial.

Jika pada masa tersebut anak dan remaja tidak didampingi dengan baik, akan menjadikan anak mengalamai masa krisis atau situasi sulit. Karena satu dan lain sebab, banyak dari mereka yang mengalami kondisi sulit atau masalah psikosisial yang berakibat pada perilaku negatif seperti kurang disiplin, motivasi belajar rendah, membolos, melanggar aturan, kekerasan, perundungan (bullying), mengonsumsi narkoba dan masih banyak lagi.  

Dalam situasi tersebut, dukungan teman sebaya, orang tua dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam menangani masa situasi sulit anak dan remaja. Agar semakin bersinkronisasi, pemerintah juga turut serta mendukung melalui program Dukungan Psikologis Awal (DPA) yang dikembangkan oleh Subdit Pendidikan Anak dan Remaja,  Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Program ini membantu anak dan remaja mengatasi sejak dini berbagai masalah atau kondisi sulit yang mereka hadapi. Program ini sejalan dengan salah satu agenda utama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Beberapa nilai karakter yang dikembangkan dalam DPA ini antara lain adalah kepedulian, empati, mandiri, gotong royong, dan ketangguhan pada anak. 

Sebagai langkah awal, diselenggarakan Bimbingan Teknis Kompetensi Sosial Anak dan Remaja (Dukungan Psikologis Awal) yang diikuti oleh 62 satuan pendidikan formal dan non formal (SMP, SMA/K, PKBM/kesetaraan) dari 21 provinsi. Setiap satuan pendidikan mengirimkan 1 orang peserta didik dan 1 orang guru bimbingan konseling atau guru pendamping. Acara yang digelar pada Kamis – Sabtu (12-14/10/2017) di Hotel Premier Santika, Bintaro, Tangerang Selatan ini dibuka oleh Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas, Ir. Harris Iskandar, Ph.D didampingi oleh Kasubdit Pendidikan Anak dan Remaja, Nanik Suwaryani.

Dalam arahannya, Dirjen menyampaikan agar peserta didik mampu mempersiapkan diri untuk menjadi bagian generasi emas 2045 yang memiliki keterampilan abad 21, yaitu berfikir kritis, kreatif, komunikasi, dan kolaborasi. "Harapannya dengan Bimtek ini peserta nantinya memiliki keterampilan DPA dan juga memiliki keterampilan abad 21. Kegiatan ini juga selaras dan mendukung gerakan sekolah ramah anak yang menumbuhkan kepedulian di lingkungan satuan pendidikan," kata Dirjen PAUD dan Dikmas dalam sambutannya. 

Sementara itu, Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Dr. Sukiman, M.Pd menganalogikan DPA seperti kotak P3K untuk luka batin yang sering terjadi di kalangan anak. ”Kami harapkan setiap anak memiliki keterampilan DPA sehingga memiliki ketangguhan bagi diri sendiri dan mampu memberi DPA kepada temannya yang membutuhkan dan sedang bermasalah,” jelas Dr. Sukiman, M.Pd yang berkesempatan hadir pada acara penutupan.  

Karena pentingnya DPA untuk menangani permasalahan anak dan remaja, Direktur berharap peserta bimtek dapat mengimplementasikan sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas di satuan pendidikan masing-masing dan dapat menjadi contoh bagi satuan pendidikan di sekitarnya.

Apalagi, metode yang diterapkan sangat sederhana, memberikan perhatian, mendengarkan, menghubungkan.  Dalam kesempatan itu, peserta bimtek juga berkomitment untuk saling membantu sesama teman dalam mengatasi permasalahan disekitarnya. Bentuk komitment dituangkan dalam slogan, “Peduli Teman – Bangun Jejaring – Beri Perhatian – Bangun Empati – DPA Keren”. (Aria AM – Subdit Pendidikan Anak dan Remaja)