Jumat, 20 October 2017

Berita

Strategisnya Peran Orang Tua dalam MeSRA BERTUAH-Nya Deli Serdang

04 Oct 2017 16:03:03


Strategisnya Peran Orang Tua dalam MeSRA BERTUAH-Nya Deli Serdang

SAHABAT KELUARGA- Sebuah insiatif pelibatan keluarga di satuan pendidikan muncul dari ujung barat Indonesia, yakni dari Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Insiatif itu bernama Gerakan MeSRA BERTUAH atau mewujudkan sekolah ramah anak bersama Orang tua dan Sekolah/Madrasah.

Gerakan tersebut dideklarasikan di SD 101900 Lubuk Pakam oleh lebih dari 250 sekolah, mulai PAUD sampai SMA di Kabupaten Deli Serdang bersama 1.376 sekolah/madrasah/PAUD/ SLB se- Indonesia pada penutupan kampanye gobal Outdoor Classroom Day (OCD)atau hari belajar di luar kelas tanggal 7 September 2017.

Menurut Miska Gewa Sari, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Deli Serdang, Kabupaten Deli Serdang menjadi bagian dari komunitas dunia yang memperingati OCD dan komitmen dinas pendidilan serta seluruh sekolah. Kegiatan OCD ini diwujudkan dengan memulai kegiatan yang dilaksanakan para siswa di luar kelas selama 90 menit setiap hari.

Ditegaskan Miska, dalam kegiatan OCD tersebut, pelibatan orang tua dan masyakat menjadi sangat strategis. Dengan pemikiran seperti itulah, lanjut Miska, Dinas Pendidikan Deli Serdang, utamanya Bidang PAUD dan PNF, menggagas gerakan MeSRA BERTUAH.

Gerakan ini mengintegrasikan 4 program dari kementerian yang berbeda, yakni Penguatan Pendidikan Keluarga (PPK) dan pendidikan keluarga dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Program Sekolah Ramah Anak dari Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak, Sekolah Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Sekolah Sehat dari Kementerian Kesehatan.

Dituturkannya, inisiatif ini muncul karena keempat program itu memilih sasaran yang sama, yakni satuan pendidikan dan mempunyai indikator yang sama, yakni pelibatan keluarga dan masyarakat. Dengan kesamaan itu, maka akan lebih baik keempat kegiatan itu diintegrasikan dalam suatu gerakan daripada dibuat parsial.

“Keempatnya mempunyai tujuan yang sama, yakni mewujudkan sekolah yang menyenangkan anak-anak. Rumah kedua bagi anak dengan melibatkan secara bersama masyarakat, orang tua dan sekolah, kan trisentra pendidikannya sudah muncul di situ, “katanya.

Dalam gerakan MeSRA BERTUAH itu, dikatakan Miska, peran keluarga menjadi sangat strategis. Pasalnya di dikeempat program yang berada di gerakan tersebut, peran serta keluarga siswa sekolah menjadi indikator penilaian dan keberhasilan. “Secara komprehensif, dengan berjalannya pembinaan pendidikan keluarga, maka program Adiwiyata, sekolah ramah anak, dan sekolah sehat akan sukses, “ujarnya.

Menurutnya, apapun program yang ada di sekolah, jika tidak terkomunikasikan dengan baik pada orang tua, akan gagal.

Tak sekedar deklarasi, Miska dan jajarannya secara marathon mendorong satuan pendidikan untuk melibatkan orang tua untuk menciptakan sekolah yang mendukung pelestarian lingkungan, kantin sehat, kamar mandi yang terpisah antara siswa laki-laki dan wanita, serta wastafel yang tersedia di secara mudah di beberapa tempat di lingkungan sekolah. Salah satu kegiatan yang didorong adalah kepedulian orang tua untuk menjamin anak-anak tetap sehat, salah satunya dengan membekali anak-anaknya dengan makanan yang sehat. Dalam kegiatan sekolah  sehat, dinas pendidikan menggalang kerjasama dengan dinas kesehatan, puskesmas, dan organisasi non profit milik Unilever. kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi kantin sehat, mengadakan lomba kantin sekolah yang sehat, dan lain-lainnya.

“Semuanya terjadi karena keterlibatan orang tua, siswa, sekolah, dan masyarakat, “katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang, Wastianna Harahap, menegaskan pentingnya keberadaan paguyuban orang tua  dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah. "Ketika ada siswa yang membandel, misalnya bolos, kepala sekolah tidak merasa sendirian, tapi bisa minta bantuan, pendapat dan masukan dari paguyuban orang tua, "ujarnya. Yanuar Jatnika