Jumat, 20 October 2017

Sekolah Keren

Zufriadi, Penjual Jamu Jadi Ketua Paguyuban Orang Tua

02 Oct 2017 12:17:10


Zufriadi, Penjual Jamu Jadi Ketua Paguyuban Orang Tua

SAHABAT KELUARGA- Penampilannya sederhana, murah senyum, dan pandai bercanda. Itulah Zufriadi, Ketua paguyuban orang tua SD 101903 Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Memimpin Paguyuban Orang Tua yang sebagian besar ibu-ibu tidak membuat Zufri rikuh. Sejak terpilih pada tahun 2015 lalu, Zufri aktif mendorong orang tua siswa untuk aktif di paguyuban orang tua.

“Alhamdulillah, saat ini kian banyak yang aktif ikut berbagai kegiatan, seperti senam pagi sebulan sekali, outbond, dan banyak lagi, “kata pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjual jamu dan juga buka bengkel motor ini.

Saat ini, katanya, hampir semua kegiatan di luar akademik dikelola paguyuban orang tua. Berbagai kegiatan yang dilakukan antara lain kelas inspirasi dengan mengundang pihak puskesmas untuk memberi kesadaran kesehatan pada siswa, kepolisian dalam hal kesadaran berlalu-lintas, Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk kewaspadaan bahaya narkoba, dan pihak lainnya. Zufri sendiri beberapa kali menjadi inspektur upacara.

“Saya berikan kesadaran manfaat berbagai pohon yang ada di sekitar sekolah dan rumah selain memberi motivasi pada siswa, “katanya.

Pada acara outdoor classroom day atau hari belajar di luar kelas pada tanggal 7 September lalu, dalam lomba permainan tradisional, paguyuban orang tua sepakat untuk patungan membiayai sebanyak 40 siswa mengikuti lomba tersebut. “Biaya itu untuk transportasi, snack, makan siang dan biaya lainnya. Ada sisa anggaran, kita beritahukan dan kita manfaatkan untuk siswa kembali, “ujar ayah dari 2 orang siswa tersebut

Menariknya, selain mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan sekolah. Paguyuban juga mengadakan semacam pelatihan membuat aneka camilan, seperti keripik, rempeyek, kue-kue, bumbu rujak, dan sebagainya. “Kita jual, hasilnya, sebagian untuk kas paguyuban, sebagian lagi kita bagi rata. Lumayan lah untuk nambah penghasilan, “jelas Zufri.

Paguyuban orang tua SD 101903 juga beberapa kali menggalang kerjasama dengan masyarakat sekitar sekolah dalam kegiatan membersihkan lingkungan, mengecat gapura, menebang dan menanam pohon, dan membersihkan sampah.

Menurut Zufri, fungsi paguyuban orang tua adalah memotivasi orang tua agar membantu sekolah bersama-sama meningkatkan prestasi dan karakter siswa. Agar hal itu terlaksana, kunci utamanya adalah komunikasi. Kalau komunikasi sesama orang tua bagus terjalin, mudah sekali mengumpulkan orang tua dan bersama-sama memajukan sekolah. “Kita merangkul semuanya demi persatuan dan kebersamaan, “tegasnya.

Dalam kesempatan itu Zufri menegaskan, keaktifannya di paguyuban orang tua tidak dimanfaatkan untuk jualan jamu. “Kalau mau jualan jamu, ya..mending keliling. Di sini saya hanya ingin mengabdi. Bagi saya, semua guru, siswa, dan orang tua di SDN 101903 ini adalah keluarga sendiri. Saya ingin berbagi kesehatan, karena itu saya tak ragu berbagi jamu di sini, “tegasnya kembali.

Miska Gewa Sari, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Deli Serdang, mengatakan, paguyuban orang tua merupakan kunci sukses semua kegiatan di sekolah, seperti sekolah adiwiyata-nya Kementerian Lingkungan Hidup, sekolah ramah anak- nya Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak, dan sekolah sehat-nya Kementerian Kesehatan.

“Kalau paguyuban orang tuanya hidup dan aktif, semua kegiatan akan sukses. Jadi yang utama, hidupkan dulu paguyuban orang tua, “katanya. (Yanuar Jatnika)

 

Berita terkait:

SDN 101903 Lubuk Pakam Raih Prestasi Melalui Paguyuban Orang Tua