Sabtu, 18 November 2017

Berita

10 Alasan Swedia Disebut Negara Ramah Anak dan Keluarga

05 Sep 2017 14:54:25


10 Alasan Swedia Disebut Negara Ramah Anak dan Keluarga

SAHABAT KELUARGA- Swedia merupakan negara di Eropa yang terkenal sebagai negara yang ramah anak dan ramah keluarga karena berbagai kebijakannya yang mendukung dan memudahkan kehidupan keluarga.

Tahun 2017 ini, negara asal lahirnya ‘Nobel’ ini dinobatkan sebagai satu dari lima negara dengan penduduk paling bahagia di dunia bersama Denmark, Norwegia, Swiss, dan Belanda berdasarkan laporan Columbia University's Earth Institute. Ukuran kebahagiaan itu atas dasar kemakmuran, pendapatan, jaminan kesehatan, bebas korupsi, dan bebas membuat pilihan hidup.

Dilansir dari situs Sweden.se. ada 10 alasan mengapa Swedia disebut ramah anak dan keluarga:

 

Fasilitas perawatan untuk ibu hamil

Sebelum melahirkan, para ibu hamil di Swedia akan mendapatkan kursus gratis untuk mempersiapkan mereka saat bersalin, mempelajari teknik pernapasan, dan sesi pelatihan lain. Khusus bagi ibu dengan kerja berat dan berisiko, mereka berhak mendapatkan benefit tambahan (graviditetspenning) seperti cuti yang lebih awal dari pekerjaan dan menerima tunjangan kehamilan sebanyak 80 persen dari gaji oleh Swedish Social Insurance Agency. Selain itu, banyak rumah sakit di Swedia yang menyediakan fasilitas seperti 'hotel' bagi ibu dan pasangan untuk menginap selama 2 atau 3 hari setelah melahirkan, agar perawat dapat terus memonitor ibu dan kesehatan bayi.

 

Cuti melahirkan yang panjang

Swedia adalah salah satu negara yang terkenal dengan cuti melahirkan yang panjang. Orang tua (ayah dan ibu) berhak mendapatkan cuti berbayar selama 480 hari  dan berlaku hingga anak berusia 8 tahun. Selain itu, orangtua juga memiliki hak hukum untuk mengurangi jumlah jam kerja normal mereka hingga 25 persen sampai anak mencapai usia 8 tahun.

 

Tugas ayah dan ibu hampir setara

Jika Anda berjalan-jalan di Swedia, Anda akan melihat banyak ayah yang mendorong stroller dan menyuapi anak-anaknya di taman dan kafe. Pemerintah Swedia memang berusaha menyetarakan tugas ayah dan ibu dalam merawat anak-anaknya.

 

Tunjangan bulanan untuk setiap anak

Selain cuti 480 hari yang dibayar, pemerintah Swedia juga memberikan tunjangan bulanan kepada setiap anak sampai usia 16 tahun. Tunjangan tersebut senilah 1.050 SEK atau sekitar Rp 1,6 juta perbulan. Orang tua dapat menggunakan tunjangan ini sebagai dana merawat anak-anaknya. Nah, bagi orang tua yang memiliki 6 anak, tidak hanya mendapatkan 6.300 SEK tiap bulan, tetapi akan ditambahkan sebesar 4.114 SEK.

 

Biaya sekolah gratis

Biaya sekolah anak berusia 6-19 tahun (TK-SMA) gratis beserta makan siangnya. Namun, bagi anak pra-sekolah wajib membayar paling mahal 1.278 SEK setiap bulan.

 

Biaya kesehatan hampir gratis

Biaya kesehatan termasuk perawatan gigi anak gratis sampai usia 20 tahun dan bayi wajib mendapatkan vitamin D yang diberikan secara cuma-cuma pula.

 

Bus gratis untuk orang tua yang membawa kereta bayi

Di beberapa kota besar di Swedia, termasuk Stockholm, ditetapkan  aturan agar orang tua yang membawa kereta dorong bayi agar gratis ketika naik bus.

 

Banyak buku bacaan untuk anak

Bagaimana Swedia membuat anak-anak agar cinta membaca? Setiap tahun, ribuan buku anak-anak diterbitkan. Selain itu, pihak perpustakaan menjaga dengan baik koleksi-koleksi buku bacaan klasik anak-anak agar bisa dibaca setiap generasi.

 

Banyak tempat umum ramah bayi

Membawa bayi berjalan-jalan di Swedia akan sangat menyenangkan karena banyak fasilitas yang mendukung. Misalnya, jalan di taman dibuat agar dapat dilalui kereta dorong, pusat perbelanjaan dipastikan memiliki nursery room (Ruang menyusui) dan changing room (Ruang ganti pakaian), restoran menyediakan high chair (kursi makan anak) dan banyak parkiran khusus untuk kereta dorong bayi.

 

Aturan tentang orang tua menemani anak sakit

Orang tua yang ingin menjemput anak lebih awal dari pre-school atau menemani anak yang sedang sakit, berhak mendapatkan izin dari perusahaan. Sementara bagi orang tua yang cuti lama demi menemani anak yang sakit atau cacat tetap akan dibayar 80 persen dari gaji. Selain itu, anak yang sakit dan cacat lebih dari 6 bulan akan mendapatkan tunjangan tambahan hingga mereka berusia 19 tahun. Yanuar Jatnika

 

Berita terkait:

Ini Dia, Kunci Kebahagiaan Anak-anak Belanda

Mengapa Anak-anak di Denmark Paling Bahagia?