Sabtu, 18 November 2017

Keluarga Hebat

Wa Ipo (2) – Menerapkan Disiplin pada Anak

21 Jul 2017 03:36:23


Wa Ipo (2) – Menerapkan Disiplin pada Anak

SAHAbAT KELUARGA - Meski harus berjuang menyiapkan makanan untuk anak-anaknya, Wa Ipo tak pernah melupakan tugasnya sebagai ibu yang bertanggung jawab.

Wa Ipo akan bersikap tegas jika ada anak-anak yang terlambat pulang sekolah. Tak heran jika dimata anak-anaknya kala itu menganggap Wa Ipo sebagai ibu yang galak.

”Mama saya kejam, kalau anaknya pulang dari sekolah tidak tepat waktu, dia tanya teman-teman di tetangga. Dia pergi cari sambil bawa bambu buat dia pukul,” kenang Marnia, anak kesembilannya, yang disambut tawa ibunya.

”Jadi kalau kita mau berbuat kedua kalinya, sudah takut lagi. Kalau kita tidak pulang selama 1 minggu, mama juga akan meletakan sapu di depan rumah selama satu minggu,” tambah Marnia lagi.

Jika ada anaknya yang bolos sekolah atau enggan untuk bersekolah dengan alasan sederhana, Wa Ipo akan meminta anak yang bolos sekolah itu mengangon kambing di kebun. ”Jadi lebih baik sekolah,” ujar Marnia tertawa.

Wa Ipo melakukan itu karena ingin membuat anak-anaknya jera. Beruntung, sekali dimarahi, anak-anaknya langsung nurut dan tidak mengulanginya lagi.

Namun galak yang ditunjukkan ibunya hanya saat anak-anak usia sekolah dasar. Setelah meningkat ke usia SMP, ibunya sudah tak lagi menggunakan tangan dalam menghukum.

”Karena anak-anak sudah saling mengingatkan, jangan seperti itu, nanti mama marah,” kenang Marnia.

Cara didik Wa Ipo juga berbeda dengan ibu kebanyakan. Meski prioritas sekolah, Wa Ipo justru meminta anaknya untuk membantu jualan sepulang sekolah.

”Kami anak-anak tidak ada kesempatan untuk main. Pulang sekolah langsung disuruh makan, lalu mama sudah menyiapkan jualan gorengan untuk dijual di pelabuhan. Saya anak pertama, anak kedua dan yang ketiga merasakan cara mama mendidik kami seperti itu,” kata Aminah.

Aminah bersama dua adiknya berjualan di pelabuhan sambil menunggu kapal datang dan kapal berangkat sesuai dengan jam sibuk kapal dan keramaian orang.

Bukan tanpa alsan Wa Ipo mendidik anaknya seperti itu. KArena menurutnya, dengan menyuruh anak berjualan, dia telah melatih anak untuk selalu hidup sederhana.

”Kalau nanti dia rasakan menderita, dia sudah terbiasa. Tapi kalau dia dapatkan bahagia, Alhamdulillah. Jangan sampai nanti dia menderita lalu jadi pencuri. Saya mendidik dengan keras dan melatih disiplin pada anak-anak,” tegas Wa Ipo.

Meski begitu, dimata anak-anaknya, Wa Ipo merupakan ibu yang sangat pintar, terutama pelajaran Matematika. Walaupun cara yang digunakannya berbeda dengan guru di sekolah, ibunya bisa menjawab soal matematika dengan tepat.

Wa Ipo akan meluangkan waktunya sejenak untuk mengajarkan anak-anaknya. Lalu bagaimana dengan cara mendidik bapak? Menurut Aminah, ayah dan ibunya sering berdebat tentang cara mendidik anak.

Ayahnya sangat penyayang dengan anak-anaknya dan tidak menginkan anaknya dididik dengan keras, tapi ibunya justru mendidik sebaliknya.

Didikan Wa Ipo yang lebih banyak melekat ke anak karena hampir setiap hari dia bersama anak-anak, sementara ayahnya jarang dirumah karena tugas sebagai juru penerangan desa.

”Kita bersyukur dididik seperti itu. Kalau dibiarkan saja, pasti tidak seperti sekarang ini yang bisa melebihi kehidupan orang tua dulu. Saya salut dengan cara mama mendidik dengan displin dan tegas,” kata Aminah.

Salah satu didikan Wa Ipo yang ada hingga saat ini dan diteruskan ke cucu-cucunya yakni kebiasaan bangun pagi. Hampir setiap hari Wa Ipo bangun jam 3 dini hari, lalu dia akan membangunkan anak-anaknya.

”Kalau bangun siang, katanya nanti rezekinya dipatok ayam. Sampai sekarang, kalau cucu-cucunya menginap di rumah nenek, jam 3 sudah pasti dibangunkan,” kata Marnia tertawa. *Bersambung ke Terpaksa Pinjam Uang untuk Bayar SPP (Bunga Kusuma Dewi)