Sabtu, 18 November 2017

Keluarga Hebat

Wa Ipo (1) – Harus Sukses Melebihi Orang Tua

21 Jul 2017 03:34:37


Wa Ipo (1) – Harus Sukses Melebihi Orang Tua

SAHABAT KELUARGA – Usianya memang sudah tidak muda lagi, tapi urusan semangat, nenek 11 anak dengan 35 cucu dan 3 cicit ini tak perlu diragukan lagi. Di depan anak dan cucu-cucunya, Wa Ipo dapat tertawa lepas tanpa beban menceritakan masa lalu membesarkan 11 anak dengan serba kekurangan setelah ditinggal selama-lamanya oleh suaminya, La Salenda pada tahun 1992.

Baginya, masa lalu merupakan kenangan indah yang tak mungkin dilupakan. Seberat apapun saat itu, Wa Ipo merasa hal tersebut harus dia lakukan demi kelancaran pendidikan anak-anaknya.

Wa Ipo bisa dibilang ibu yang berbeda dari ibu kebanyakan di wilayah tempat tinggalnya, Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Saat ibu lain tak terlalu memikirkan pendidikan anak-anaknya, Wa Ipo beserta suami justru menginginkan seluruh anaknya mendapat pendidikan yang terbaik. Mereka ingin anak-anaknya pintar, memperoleh pendidikan tinggi dan sukses melebihi kedua orang tuanya.

Mimpi Wa Ipo terwujud. Meski almarhum suaminya tak dapat melihat langsung kesuksesan anak-anaknya, tapi suaminya pasti bersyukur ibunya kini hidup bahagia tanpa kesusahan materi lagi.

Karena semua anak Wa Ipo bergelar sarjana dengan pekerjaan yang cukup baik. Anak pertamanya, Dr. Aminah. M. Hum, merupakan guru STM Negeri Kendari. Anak keduanya, Asna Salenda, S.Pd, kepala sekolah TK/PAUD Aisyiah di Desa Liabalano, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna.

Anak ketiga, Dr. Muh. Salam, S.Pd, M.Si merupakan dosen di Universitas Haluoleo, Kendari. Anak keempat, Saharia Salenda, bertugas sebagai Kepala Urusan Agama Kecamatan Saweri Gadi, Kabupaten Muna Barat.

Anak kelima, Saidiman Salenda, bertugas sebagai Babinsa TNI AD di Kendari. Anak keenam, La Muda, S.Pi, M.M merupakan kepala bidang UKM dan Koperasi pada Dinas Koperasi Kabupaten Buton Utara.

Anak ketujuh, Hadania Salenda, S.p.M.P bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Anak kedelapan, Muliadin Salenda, S.Pd, M.Si merupakan anggota DPRD Komisi III membidangi pendidikan di Kabupaten Buton Utara.

Anak kesembilan, Marnia Salenda, S.Pd bertugas sebagai guru SMA di Kabupaten Konawe. Anak kesepuluh, Elon Munandar Salenda bertugas sebagai polisi di Polres Muna. Dan yang terakhir, Muhamad Alihi seorang tentara yang sedang bertugas di Ambon.

”Biar saya susah, saya ingin agar anak-anak sekolah. Saya lihat anak-anak di sana banyak yang salah didik, Saya tidak mau anak-anak jadi pencuri. Makanya saya harus banting tulang untuk anak-anak,” kata Wa Ipo ditemui Sahabat Keluarga di rumahnya di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Wa Ipo sebenarnya memiliki kehidupan yang cukup. Suaminya, La Salenda memiliki pekerjaan tetap sebagai juru penerangan di Raha. Namun, karena anaknya banyak, kebutuhan rumah tangga juga cukup tinggi. Untuk memenuhi itu, Wa Ipo membantu keuangan suami dengan berjualan ikan di pelabuhan.

Dia tak segan-segan berjalan kaki sangat jauh dari rumahnya ke pelabuhan. ”Saya menjual ikan kering. Jalan dari rumah ke pelabuhan. Itu jaraknya jauh. Saya diketawain karena katanya ngapain cari uang untuk sekolah anak, tapi saya tidak malu. Sedih sedikit, tapi itulah yang harus dilakukan biar kita bisa makan dan sekolah,” kenang Wa Ipo.

Selain berjualan Ikan, Wa Ipo juga berkebun. Jika sedang susah jualan ikan atau hasil kebun, Wa Ipo terpaksa memasak ubi hutan untuk makan anak-anaknya.

”Dulu, kalau kita sudah kelaparan, kita makan ubi hutan. Kalau masaknya nggak bagus, bisa beracun. Sebenarnya tidak bisa dimakan, tapi daripada tidak ada makanan, ya kita makan ubi hutan,” kenangnya seraya bersyukur tidak ada masalah apa-apa pada keluarganya hingga saat ini. *Bersambung ke Wa Ipo – Menerapkan Disiplin pada Anak (2) - (Bunga Kusuma Dewi)