Jumat, 20 October 2017

Berita

Organisasi PKK Dinilai Efektif Dukung Pendidikan keluarga

22 May 2017 12:00:07


Organisasi PKK Dinilai Efektif Dukung Pendidikan keluarga

SAHABAT KELUARGA- Secara kultural, pembentukan karakter dan peningkatan prestasi anak-anak  lebih banyak dilakukan oleh keluarga dan masyarakat. Salah satu indikatornya, di jenjang pendidikan anak usia dini atau PAUD, dari sekitar 192 ribu lembaga PAUD, hanya sekitar 4000 yang dikelola pemerintah. Sisanya, sebagian besar dikelola oleh masyarakat, salah satunya masyarakat yang tergabung dibawah payung kelembagaan PKK atau Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

“Pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, harus diakui tidak banyak terlibat, “ kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, pada pembukaan Seminar Nasional Pendidikan Keluarga di Surakarta, 21 Mei 2017 kemarin.

Oleh karena itu, Muhadjir mengapresiasi kerjasama antara Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemendikbud dengan Tim Penggerak PKK dalam pembinaan keluarga. Ia berharap, melalui seminar pendidikan keluarga, yang merupakan langkah awal kerjasama itu, bisa menghasilkan pandangan, dan wawasan yangg bisa menggerakkan jajaran tim Penggerak PKK di seluruh Indosia untuk  menyelenggaran pembinaan keluarga di seluruh Indonesia, terutama pendidikan anak usia dini di lingkungan keluarga.

“Kita ingin bergandengan  tangan, saya kira, ibu-ibu di Tim penggerak PKK dipastikan lebih luwes dalam memodifikasi dan menginisiasi pendidikan usia dini, “ujar Muhadjir.

Muhadjir juga mengingatkan pentingnya menangani tumbuhkembang anak pada 1000 hari pertama kehidupannya, yakni pada kisaran usia 1-3 tahun. “Dari hasil pengamatan di lapangan dan juga didukung berbagai riset, salah satu problem besar pertumbuhan seorang anak itu ada di usia 1000 hari pertama, karena apa yang dilakukan ibu pada 1000 hari pertama akan sangat berpengaruh pada karakter anak sampai dewasa, “tegasnya.

Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, berharap, melalui kerjasama antara Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemendikbud dengan Tim Penggerak PKK dari pusat hingga daerah bisa terbangun kesepahaman tentang bagaimana peran keluarga dalam menumbuhkan karakter dan budaya prestasi anak.

“Seminar ini sangat bernilai dan bermakna bagi gerakan PKK, kita menyakini gerakan PKK tidak hanya kekuatan kelembagaan, tetapi perlu kesimbangunan dan kualitas program-programnya, termasui program pendidikan keluarga. Kerjasama ini penting sebagai Pilar utama pemberdayaan keluarga, “katanya.

Menurut Erni, kerjasama tersebut bertujuan agar setiap keluarga semakin berdaya, dam mampu melakukan banyak hal sesuai kapasitas dan porsinya. “Kerjasama ini akan memperkuat ketahanan keluarga, dan ketahanan keluarga pada akhirnya akan sangat berpengaruh pada kualitas pemerintahan dan pembangunan nasional umumnya, “ujarnya.

Seminar Nasional Pendidikan Keluarga itu bertema “Peningkatan Peran Keluarga dalam Menumbuhkan Karakter dan Budaya Prestasi ”. Pembicara dalam seminar ini adalah dr. Erni Guntari Cahyo Kumolo, Suryan Widati, SE, MSA, AK dari Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK), Farrah Dina (Indonesian Heritage Foundation), Dr. dr. Rini Sekartani, Sp. AK (Ikatan Dokter Anak Indonesia).

Upaya menjalin kemitraan dengan TP PKK ini dilakukan untuk memperkuat program Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga. Sejak dibentuk tahun 2015, program telah diimplementasikan di 12.000 satuan pendidikan di 34 provinsi dan 240 kabupaten/kota. Satuan pendidikan tersebut menyebar di semua jenjang, baik pendidikan formal maupun nonformal (PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, PNF). “Kemitraan dengan Tim Penggerak PKK ini merupakan usaha bersama dalam meningkatkan kompetensi keluarga untuk menumbuhkan karakter dan budaya prestasi putra/putri kita, “ kata Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas, Ir. Harris Iskandar, Ph.D.

Seminar yang berlangsung selama 3 hari tersebut dihadiri sekitar 350 penggerak PKK propinsi dan kabupaten/kota dari seluruh propinsi di Indonesia. Yanuar Jatnika