Rabu, 13 December 2017

Berita

Kenali Ciri-ciri Pedofil di Sekitar Anda!

20 Mar 2017 11:43:58


Kenali Ciri-ciri Pedofil di Sekitar Anda!

SAHABAT KELUARGA- Terungkapnya kasus pedofilia beberapa hari lalu jelas meresahkan para orang tua, terutama yang memiliki anak di bawah umur. Untuk mencegah agar para pelaku pedofilia atau kaum pedofil menyasar anak-anak kita, selain tentunya melindungi anak-anak kita dari kemungkinan menjadi korban pedofilia, orang tua juga perlu mengenali orang-orang di sekitar lingkungan rumah atau sekolah atau seseorang yang kenal dengan anak-anaknya.

Ada beberapa ciri orang yang berkemungkinan memiliki hasrat pedofil yang perlu diwaspadai para orang tua.

 

Ciri Pertama: Terlalu Obsesif

Mantan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPAI), Arist Merdeka Sirait, mengemukakan, seorang pedofil cenderung memiliki sifat obsesif yang berlebihan. Ia akan terus mengejar sasaran yang telah ditentukannya dan tidak akan berhenti sebelum sasaran itu tercapai. Sasaran disini berupa anak-anak yang memang dijadikan sebagai objek pelampiasan hasrat seksual para pedofilia. Pernyataan Arist tersebut didasarkan pada pengakuan Andri Sobari alias Emon, pelaku pedofilia asal sukabumi pada tahun 2014 lalu.

 

Ciri Kedua: Bersifat Layaknya Predator

Masih dari pengakuan Emon, menurut Arist, ciri kedua yang dimiliki seorang pedofil adalah sifat layaknya predator yang memangsa siapapun anak yang ada di depan matanya.


Ciri Ketiga : Introvert

Ciri yang terakhir adalah sifat introvert. Introvert itu artinya suka menyendiri dan terkesan tertutup dari kehidupan sosial. Namun perlu digaris bawahi bahwa tidak semua orang yang memiliki sifat introvert bisa dikatakan sebagai pedofil. Seorang intorvert itu belum tentu pedofil, namun seorang pedofil umumnya memiliki sifat introvert.


Ciri Keempat: Lihai Dalam Merayu Anak

Menurut Psikolog yang juga dosen Bimbingan Konseling FKIP Universitas Lampung, Shinta Mayasari, pedofil merasa lebih mampu berinteraksi dengan anak-anak. Mereka umumnya bukan orang asing bagi anak karena punya akses untuk berinteraksi secara intensif. Mereka akan mendekati anak-anak ini dengan memberi perhatian, kasih sayang, bahkan hadiah untuk mendapatkan kepercayaan.  Pelan-pelan mulai mengajarkan anak tentang seks seperti memperlihatkan gambar, bermain peran sebagai pasangan, menyentuh secara halus terlebih dahulu, dan seterusnya. Sehingga, anak-anak tidak menyadari bahwa merrka sedang dilecehkan secara seksual.

 

Nah, selain dari sikap dan perilaku, ternyata kaum pedofil juga memiliki ciri-ciri fisik. Sebuah studi terbaru yang dilakukan University of Windsor di Kanada menemukan, bahwa pedofil cenderung kidal dan sering memiliki kelainan di wajah yang bersifat minor, atau dalam dunia kesehatan disebut  Anomali Fisik Minor atau Minor Physical Anomalies (MPA).

Dyshniku dan para koleganya melibatkan 140 relawan pria yang dirujuk ke Kurt Freund Laboratory of the Centre for Addiction and Mental Health di Toronto. Mereka dievaluasi penggunaan tangan kiri dan kanannya, serta kelainan fisiknya, jika ada. Riwayat dan preferensi seksual mereka juga dinilai dengan metode forensik medis, evaluasi catatan medis dan wawancara serta tes phallometric.

Hasilnya, pria yang terindikasi sebagai pedofil memiliki kecenderungan kidal dan memilili anomali di wajah dan bagian kepala, termasuk memiliki kelainan bentuk telinga, langit-langit mulut tinggi dan earlobe(bagian bawah daun telinga yang lunak) terpisah dari samping rahang.

Namun, soal kidal atau tidak, adalah akibat langsung dari perkembangan kognitif prenatal. Artinya,  tidak semua orang kidal atau punya kelainan di wajah dan kepala adalah pedofil. Delapan sampai 12 persen populasi manusia di dunia adalah kidal dan sepertiga dari pedofil yang diteliti para ilmuwan Kanada adalah kidal.

Hasil penemuan ini sudah diterbitkan dalam jurnal Archives of Sexual Behavior, Juni 2015 dengan judul Minor Physical Anomalies as a Window into the Prenatal Origins of Pedophilia. Yanuar Jatnika/Berbagai sumber