Sabtu, 24 February 2018

Berita

Sukses Didik Anak, Tukang Sayur Bisa Umroh

02 Feb 2018 00:00:00


Sukses Didik Anak, Tukang Sayur Bisa Umroh

SAHABAT KELUARGA-Sungguh tak terbayangkan bagi pasangan suami istri Ngadiyo (52) dan Lasiyem (52) bisa berangkat umroh ke tanah suci Makkah. Tanggal 1 Februari 2018 kemarin, pasangan yang berprofesi sebagai pedagang sayur di pasar Sleman itu berangkat umroh bersama rombongan jemaah umroh yang dikelola biro perjalanan umroh dan haji Alisan Tour and Travel.

Ngadiyo dan Lasiyem berkesempatan melaksanakan umroh melalui bantuan Alisan Tour and Travel. Bantuan umroh tersebut diberikan karena Ali Amin, Direktur Alisan, merasa tersentuh atas perjuangan keduanya dalam mendidik anak.  Walau keduanya tak lulus SD dan hanya berprofesi sebagai pedagang sayur, semangat dan perjuangannya dalam membesarkan dan mendidik anak patut ditiru oleh orang tua-orang tua lain.

Melalui didikan dan kasih sayang Ngadiyo dan Lasiyem, anak pertamanya, yakni Janu Muhammad,  berhasil menjalani pendidikan dengan mulus dan memuaskan. Janu merupakan peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tahun 2015. Dia kemudian melanjutkan pendidikan M.Sc dalam program studi Research in Human Geography di University of Birmingham, Inggris, melalui beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan pada tahun 2016 lalu dan menyelesaikan studinya pada Oktober 2017 lalu.

“Saya merasa tersentuh atas perjuangan keduanya mendidik anak sehingga salah satu anaknya berhasil menyelesaikan S2 di luar negeri. Saya berharap hadiah umroh ini bisa menggugah orang tua-orang tua lain dalam mendidik anak, “kata Ali Amin sesaat sebelum keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis, ½, kemarin.

 

Baca juga:

Hadiah umroh itu diberikan tidak tanggung-tanggung. Bersama sekitar 320 orang jemaah umroh dari Alisan lainnya, Ngadiyo dan Lasiyem memperoleh fasilitas VIP, mulai dari pesawat, penginapan, dan akomodasi lainnya. Rencananya, umroh yang berbiaya Rp35 juta per orang itu akan dijalani selama sembilan hari. Penentuan tanggal 1 Februari itu bersamaan dengan peringatan Milad Alisan Tour and Travel ke-18.

Menurut Ali, sebelumnya Alisan belum pernah memberikan hadiah umroh. Pemberiah hadiah umroh itu diberikan secara spontan saat acara Apresiasi Pendidikan Keluarga (APK) yang digelar Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada Agustus 2017 lalu di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Ngadiyo dan Lasiyem merupakan salah satu dari 10 keluarga yang diundang ke Jakarta untuk memperoleh penghargaan sebagai ‘keluarga hebat’, yakni keluarga yang dengan segala keterbatasan mampu mengasuh dan mendidik anak-anaknya hingga berprestasi.

“Mudah-mudahan kedepan pemberian hadiah ini akan berlangsung terus sebagai bentuk apresiasi kami, “kata Ali yang juga termasuk pendiri School of Human, Cibubur, Jawa Barat.

Lasiyem dan Ngadiyo mengucapkan syukur atas kesempatannya melaksanakan umroh. Tak henti-hentinya , Lasiyem dan Suaminya mengucapkan terima kasih kepada Ali Amin sebagai Direktur Alisan, Sukiman, Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga, dan kepada Harris Iskandar, Dirjen PAUD dan Dikmas, Kemendikbud.

Lasiyem yang tidak bisa menyembunyikan rasa harunya mengatakan, sejak dulu memang dirinya begitu ingin pergi ke tanah suci. Walaupun saat ini ia baru terwujud untuk ibadah umrah. Namun ia yakin suatu saat impiannya itu bisa terkabulkan. 

"Saya berpesan waktu itu sama Janu, waktu masih SD. Nak, kalau sudah besar, bawa ibu sama bapak naik haji ya," ujar Lasiyem dengan mata yang berkaca-kaca. Yanuar Jatnika