Jumat, 20 October 2017

Berita

Presiden Jokowi Ingatkan Pelajar untuk Hindari Narkoba dan Kekerasan

12 Oct 2017 12:05:33


Presiden Jokowi Ingatkan Pelajar untuk Hindari Narkoba dan Kekerasan

SAHABAT KELUARGA – Dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Kementerian Pendidikan dan Kebudayan Republik Indonesia bekerja sama dengan OASE-KK (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja), Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Narkotika Nasional dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta kembali menggelar sosialisasi untuk pelajar SMP, SMA/K dan yang sederajat.

Sosialisasi bertema ‘Bela Negara Tanpa Narkoba, Pornografi, dan Kekerasan Menuju Kejayaan Indonesia’ ini dihadiri lebih dari 4000 pelajar dari sekolah di wilayah Jabodetabek. Sejak pagi hari, ribuan siswa memadati Hall D, Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/10) untuk mengikuti jalannya acara.

Acara semakin meriah ketika Presiden Joko Widodo turut hadir ditengah-tengah acara. Tepukan semakin menggema kala Presiden bersama ibu Negara, Iriana Jokowi, serta istri-istri Menteri Kabinet Kerja menyalami para pelajar. Agar semakin bersemangat, Presiden dan Ibu Negara langsung diajak untuk melakukan tarian Maumere. Tanpa canggung Presiden turut bergoyang mengikuti irama musik dan gerakan. Usai menari, Presiden langsung didaulat untuk memberi arahan kepada ribuan pelajar.

Begitu naik diatas panggung, teriakan kompak teriak dari seluruh pelajar. Mereka berteriak ‘Sepeda’ kepada Presiden. Karena memang sudah menjadi kebiasaan, setiap kali ada kesempatan bertemu dengan pelajar, Presiden membagi-bagikan sepeda. Kali ini, 3 unit sepeda disiapkan untuk pelajar yang beruntung.

Kesempatan pertama diraih oleh Rian Taufik pelajar dari SMA Angkasa, Jakarta. Siswa tersebut mendapat kesempatan naik ke atas panggung ketika Presiden mengajukan pertanyaan tentang siapa yang ingin menjadi seperti dirinya di masa depan nanti.

Kepada Rian, Presiden Jokowi mengajukan pertanyaan seputar jenis-jenis narkoba yang harus dihindari. Rian diminta untuk menyebutkan 4 jenis narkoba. Pertanyaan tersebut lantas dijawab lancar oleh Rian.

”Benar, ganja, morfin, shabu-shabu, kokain, heroin, extacy, semuanya harus dihindari. Anak-anak semua disini pasti tahu jenis-jenis narkoba itu berbahaya. Masa depan anak-anak Indonesia ada di depan anak-anak semua. Siapkan kalian agar bisa bersaing dan berkompetensi dengan negara lain,” pesan Jokowi dihadapan ribuan pelajar.

Kesempatan kedua diraih oleh Fahira dari MA Jakarta Selatan. Presiden meminta Fahira untuk mengucapkan teks Pancasila dengan lantang. Tanpa hambatan Fahira mampu melakukan hal tersebut dan berkesempatan mendapatkan sepeda dari Presiden Jokowi.

Kesempatan ketiga diraih oleh siswa bernama Fiki dari SMK Angkasa 2 Jakarta. Seperti Fahira, Fiki juga diminta untuk melafalkan teks Pancasila secara lantang. Namun karena grogi, Fiki sempat salah melafalkan. Presiden lantas memberi kesempatan kedua pada Fiki dan meminta dia untuk tidak tergesa-gesa saat membacakan Pancasila. Namun, untuk kedua kalinya Fiki kembali gagal.

”Pas duduk disitu memang kelihatannya gampang, tapi kalau sudah naik disini, grogi semuanya, hilang semua hapalan, jangan dianggap mudah,” kata Presiden menanggapi teriakan atas kesalahan Fiki.

Presiden lantas membimbing Fiki membacakan teks Pancasila satu persatu hingga dia berhasil menyelesaikannya dengan baik.

Selain berpesan tentang narkoba, Presiden juga menegaskan kepada pelajar SMP dan SMA untuk menghindari kekerasan atau bullying. ”Mulai dari intimidasi fisik maupun intimidasi emosional. Ingat, kekerasan dalam bentuk apapun akan memberikan pengaruh buruk pada rekan-rekan kita,” kata Presiden.

”Untuk itu stop bullying, jangan sekali-kali dilakukan di lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Kita nggak mau nanti muncul generasi yang suka kekerasan, suka mengintimidasi, berperilaku kasar. Kita ingin anak-anak semuanya memiliki karakter-karakter yang sopan, santun, dan beradab,” tegas Presiden.

Terakhir, Presiden berpesan agar pelajar Indonesia bisa menjadi generasi yang kuat, unggul, tangguh, yang akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu bersaing dengan dunia.

Selain pesan dari Presiden, ribuan pelajar juga mendapatkan pemahaman tentang isu pornografi dan kekerasan dari Mitra Sahabat Keluarga, Diena Haryana, dr. Anne Gracia dan Rudi Miswanto. Ketiga pemerhati permasalahan anak itu menjelaskan tentang bahaya pornografi untuk kelangan remaja dan bagaimana menjadi remaja tangguh yang mampu menghalau hal-hal negatif di sekitarnya. (Bunga Kusuma Dewi)