Rabu, 13 December 2017

Usia PAUD

Buku Dongeng Berbahasa Ibu Melatih Pola Pikir Anak

10 May 2017 14:03:26


Buku Dongeng Berbahasa Ibu Melatih Pola Pikir Anak

SAHABAT KELUARGA- Jangan anggap enteng bahan ajar berupa dongeng yang menggunakan bahasa daerah atau bahasa ibu. Untuk menumbuhkan karakter dan membentuk budaya prestasi, pembiasaan yang dilakukan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya, terutama bagi anak usia dini, dengan mendongeng berbahasa ibu, dinilai efektif.

Seperti dikatakan Ella Yulaelawati, Direktur Pembinaan PAUD, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, penyampaian bahan ajar berupa dongeng berbahasa ibu  kepada anak-anak akan membuat anak-anak lebih terarah dalam mengembangkan imajinasinya. Selain itu, dengan bahasa ibu juga penting untuk melatih pola pikir anak di masa depannya.

"Ungkapan rasa dan bahasa ibu mudah tertanam dan dipahami anak-anak. Bahasa ibu menentukan masa depan mereka," papar Ella.

Hal itu diungkapkan Ella saat memberi sambutan dalam acara Festival dan Kreativitas Anak Usia Dini 2017 dengan tema "Bahasa Ibu Membangun Keadaban Keaksaraan Sejak Dini", yang digelar di Puri Ardhya Garini, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu, 10 Mei 2017.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 217 guru membacakan bahan ajar berupa berbahasa daerah kepada 1.646 murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ada sebanyak 61 buku bahan ajar berbahasa ibu yang didalamnya memuat permainan yang diterbitkan Direktorat Permbinaan PAUD.

Dari sejumlah buku itu, 53 buku merupakan buku dongeng berbahasa ibu, yakni bahasa Padang Solok, Sunda, Betawi, Tasik, Pekalongan, Tegal, Jogya. Cianjur, Tanggerang, Lampung, Madura, Bogor, Pandeglang, Solo, Surabaya, Bali, Sasak, Minang, Bekasi, Cirebon, Sukabumi, Garut, Subang, Indramayu, Badui, Banten, Serang, Kangean, Kediri, Banyuwangi, Banda Aceh, Aceh Selatan, Batak Karo, Batak Toba, Simalungun, Melayu, Palembang, Banjar, Dayak, Sanggau, Minahasa, Manado, Kaili, Bugis, Makassar, Mandar, Ambon, Smawa, Bajo, Tolaki, Kupang dan Dani.

Kegiatan itu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) untuk membaca buku cerita berbahasa ibu terbanyak. Di Indonesia, tersebar berbagai ragam bahasa. Pendidikan yang disampaikan dengan bahasa ibu akan lebih mudah dipahami anak selain dengan bahasa nasional.

"Buku cerita berbasis bahasa ibu ini bertujuan memudahkan komunikasi, interaksi, dan pengembangan kemampuan bahasa, kemampuan sosial, kognitif, dan tentu saja menumbuhkan kecintaan bahasa daerah," kata Ella.  

Ella mengatakan petuah dan kearifan dalam dongeng yang dituturkan menggunakan bahasa daerah diharapkan bisa membantu membentuk karakter anak. "Bahasa berperan penting dalam pendidikan dan keterpaduan sosial. Melalui bahasa ibu yang dipahami dalam keseharian, anak akan lebih mendengarkan, memahami dan berbicara dalam berbagai cara dan ekspresi," kata Ella. Dikatakannya, Festival dan Kreativitas Anak Usia Dini itu bertujuan untuk memberi ruang bagi penuturan dan pelestarian bahasa ibu.

Selain pembacaan dongeng, festival juga menyuguhkan pentas tari oleh 470 anak dari berbagai daerah. Yanuar Jatnika

 

Berita Terkait:

Buku Ajar PAUD Berbahasa Ibu Dukung Penumbuhan Karakter