Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keluarga dan Pendidikan di Papua
#1
Rainbow 
Salam kenal dan salam keluarga Indonesia buat sahabat sahabat se Indonesia.

Pada postingan pertama ini, saya mencoba menceritakan pengalaman melihat langsung realitas  pendidikan di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat tgl 3-8 Maret 2018. 

"Wah, bersyukur sekali kita tinggal di Indonesia Barat" itu kata yang terucap, ketika kami tiba  di Sausapor, Ibukota Kabupaten Tambrauw. Mengapa, ternyata sebuah ibukota Kabupaten yang sangat sederhana, bahkan dibandingkan ibukota kecamatan di Jawa pun belum sebanding. itu baru wajah ibukota, bagaimana dengan wajah Pendidikan? tentunya Jurangnya sangat tinggi dan lebar dengan kita di Indonesia Barat, khususnya pulau Jawa.

Sahabat-sahabat Keluarga Indonesia,
Mengapa pendidikan kita di Indonesia Barat bisa lebih maju? tentunya karena keterlibatan keluarga dalam pendidikan sudah sangat baik. Sementara di Indonesia Timur, khususnya di Pulau Papua, peran serta keluarga masih sangat minim, terutama yang ada di pedalaman-pedalaman.

Kalau hari ini kita di Indonesian Barat, sudah berbicara bagaimana peran serta keluarga mengatasi problem generasi milenial (kecanduan gadget dll), maka di Papua baru sampai tahap bagaimana mendidik Keluarga untuk mengerti nilai pendidikann

Ketika kami sampai di satu sekolah di distrik Mawabuan Kab Tambrauw, Kepala sekolah berujar "Pak, disini masuk sekolah tiap hari saja sudah prestasi", bahkan lebih lanjut beliau sampaikan, mereka harus terjun kerumah-ruumah penduudk bahkan ke ladang penduduk untuk menjemput anak anak agar sekolah. Saat itu, saya semakin mengerti betapa beratnya tantangan pendidikan untuk maju di Papua. Bagaimanapun majunya kurikulum, metode belajar, fasilitas yang lengkap, bahkan guru yag kapabel takkan pernah berhasil, kalau kita tidak menyentuh keluarga khususnya Orang Tua. 

Sekolah fokus kepada pendidikan anak, tetapi bagaimana dengan pendidikan Orangtua? dimana keluarga atau orangtua orangtua tersebut tidak mempunyai ownership terhadapa pendidikan. Mengapa? karena mereka bisa hidup dan menikmati alam yang melimpah tanpa harus berpendidikan dan itu sudah menjadi pola pandang dan pola hidup. 

Sahabat-sahabat keluarga Indonesia,
Untuk itu mari kita bersama sama berdiskusi dan memberikan ide, gagasan bahkan usulan program yang konkrit untuk membantu keluarga-keluarga di Papua mengerti nilai pendidikan. Namun satu hal yang sering menjadi kegagalan pembangunan pendidikan di papua  karena kita memakai parameter Indonesia barat, bahkan extrimnya parameter pulau Jawa dan bukan dari parameter mereka (adat,budaya, lingkungan, dll).

Mari kita berdiskusi secara out of box dan salam keluarga Indonesia,




Marudut Situmorang, Yayasan Alirena
target="_blank" rel="noopener" class="mycode_url">http://www.sai-edu.org
  Balas
#2
salut atas perjuangannya. tetap semangat Bapak..
  Balas
#3
salut .......semoga semua guru tetap mendidik dan menanamkan nilai-nilai universal
  Balas
#4
Salam pendidikan, salam kenal dari Jayapura ...

Thread.nya mantap pak...
Memang ini dilema, terlalu banyak faktor ex-in yang mempengaruhi Smile
  Balas


Lompat ke forum:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)