Sabtu, 23 September 2017

Usia PAUD

Sikap Demokratis Bisa Ditumbuhkan Sejak Usia Dini

08 Sep 2017 15:03:03


Sikap Demokratis Bisa Ditumbuhkan Sejak Usia Dini

SAHABAT KELUARGA- Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, warganegara Indonesia tentunya harus mempunyai sikap dan perilaku yang demokratis, yakni menghargai adanya perbedaan pendapat.

Sikap dan perilaku demokratis itu tentunya juga tidak bisa diajarkan hanya dalam waktu satu atau dua tahun, namun harus dimulai sedini mungkin. Karena itulah, peran keluarga sangat kuat dalam menanamkan sikap dan perilaku demokratis ini.

Selain orang tua, masyarakat juga punya andil dalam menumbuhkan sikap dan perilaku demokratis ini.

Suatu contoh yang dilakukan masyarakat dalam menumbuhkan sikap dan perilaku demokratis ini ditunjukkan Dolli Einstein, tempat penitipan anak yang berlokasi di Kota Pinneberg, Jerman. Cara yang dilakukan Dolli Einstein ini nampaknya bisa ditiru bangsa Indonesia.

Setia harinya, anak-anak yang dititipkan di Dolli Einstein Haus menentukan banyak hal, termasuk menu sarapan, lewat pemungutan suara. Mereka juga diajari untuk memahami hak-hak mereka. Salah satu dinding di Dolli Einstein Haus adalah ‘piagam’ yang berisi tujuh hak dasar: hak untuk tidur, hak untuk menentukan apa yang dimakan dan berapa banyak, hak untuk menentukan apa yang dimainkan, hak untuk memilih tempat duduk, hak untuk mengutarakan pendapat kapan saja, hak untuk berpelukan dengan siapa pun, dan hak untuk menentukan siapa yang mengganti popok. Pia, salah satu anak, pernah menolak perintah tidur dari orang tuanya karena menurutnya “Aku dapat menentukan kapan aku tidur; itu hakku.” “Demokrasi bukan hanya soal Pemilu. Bagi kami ini adalah tentang menganggap serius masyarakat atau anak-anak, dan belajar untuk mengambil keputusan dengan cara yang tidak membuat satu orang pun tertinggal,” ujar Ute Rodenwald, pimpinan Dolli Einstein Haus. Menurut Rodenwald, tujuan pendidikan demokrasi di pusat penitipan adalah lebih mengenai mengajarkan kepada orang dewasa untuk menerima keputusan anak, bukan sebaliknya.

Pendidikan demokrasi di Dolli Einstein Haus adalah sebuah usaha untuk menciptakan alternatif. Dengan terus meningkatnya jumlah keluarga yang kedua orang tuanya bekerja, yayasan prasekolah mendapat tekanan lebih besar untuk lebih aktif berperan dalam mendidik anak. Yanuar Jatnika