Jumat, 28 July 2017

Berita

Di Jepang, Dalam Setahun, Orang Tua-Guru Bertemu Empat Kali

10 Jul 2017 12:55:27


Di Jepang, Dalam Setahun, Orang Tua-Guru Bertemu Empat Kali

SAHABAT KELUARGA-Sekolah-sekolah di Jepang ternyata sudah sangat menyadari pentingnya kemitraan antara orang tua dan pihak sekolah dalam meningkatkan karakter dan budaya prestasi anak-anak.

Di Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, menghimbau satuan pendidikan untuk menggelar pertemuan dengan orang tua siswa minimal setahun dua kali. Nah, di Jepang, justru sekolah sudah mengagendakan pertemuan dengan orang tua siswa itu setahun empat kali. Wow!!!

Weedy Koshino, seorang ibu warga Indonesia dengan dua anak yang tinggal di Jepang menuturkan di Kompasiana. Dia menulis, pertemuan wali kelas dengan orang tua murid di SD Jepang, biasanya dibagi menjadi tiga kriteria sebagai berikut

Pertama adalah Jugyou Sankan yang digelar 2 kali dalam setahun. Dalam pertemuan itu, orang Tua hadir dalam kelas dan melihat kegiatan belajar anak dari arah belakang sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar dalam kelas. Pada pertemuan pertama, Jugyou Sankan digelar pada hari sekolah sehingga hanya ibu peserta didik yang bisa hadir. Namun, pada pertemuan kedua, juga diselenggarakan pada hari libur sehingga kedua orangtuanya bisa ikut dan menyaksikan kegiatan belajar anak dalam kelas. Pada kedua pertemuan itu, biasanya anak akan berlomba lomba untuk membuat orang tuanya bangga, dengan berebut menjawab pertanyaan yang diajukan oleh gurunya. Dalam pertemuan itu, orang tua bisa juga melihat hasil karya anak-anak kita yang di pajang di dinding sekolah.

Kedua adalah apa yang namanya Katei Houmon yang digelar satu kali dalam setahun. Katei Houmon merupakan kunjungan guru ke rumah siswa yang digelar sekitar dua minggu setelah siswa masuk sekolah. Uniknya, pertemuan sengaja dilakukan guru hanya di luar rumah dan hanya berlangsung sekitar 15 menit. Dalam kunjungan itu, guru menginformasikan soal kemampuan anak menangkap pelajaran dan tentang pergaulan dengan teman-temannya serta permasalahannya lainnya. Selain itu, orang tua juga diharuskan mengisi formulis yang berisikan tentang karakter anak di rumah, pelajaran yang disukai anak dan hal-hal lainnya.

Ketiga adalah Kojin Mendan yang diagendakan sekali dalam setahun. Kojin Mendan ini juga digelar di rumah dan merupakan kelanjutan dari Katei Houmon, yakni orang tua dan guru mendiskusikan perkembangan anak, dan guru pun akan menjelaskan kemajuan belajar dan interaksi sang anak dalam pergaulan di kelasnya. Penetapan waktu kunjungan dilakukan bersama. Yanuar Jatnika