Kamis, 17 August 2017

Keluarga Hebat

Janu Membuka Taman Baca Untuk Anak Desa (2)

06 Jun 2017 14:01:44


Janu Membuka Taman Baca Untuk Anak Desa (2)

Janu, Membuka Taman Baca Untuk Anak Desa (2)

SAHABAT KELUARGA- Kecintaan Janu Muhammad berorganisasi mulai terlihat sejak SMA. Ia aktif di 7 organisasi sekaligus, salah satunya sebagai Ketua Kelompok Ilmiah Remaja SMA 2 Yogyakarta. Kegemarannya berorganisasi juga dibarengi dengan prestasi akademik di sekolah. Tak heran, kedua hal ini mengantarkannya kuliah S1 Pendidikan Geografi UNY melalui jalur undangan, alias tanpa tes.

Kegemarannya berorganisasi pun berlanjut di bangku kuliah. Sejak tahun pertama, ia aktif di beragam organisasi kemahasiswaan. Antara lain, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi, Unit Kegiatan Mahasiswa bidang Penelitian, kepala relawan mahasiswa UNY untuk konferensi internasional, Center for Excellence Student Yogyakarta, dan beberapa organisasi kampus lainnya. Saat menjadi mahasiswa di Yogyakarta, bersama kawan-kawan, ia menginisiasi konferensi mahasiswa geografi tingkat ASEAN.

Aktivitasnya di kampus mengantarkan Janu meraih penghargaan Aktivis Terbaik di kampusnya. Ia pun meraih beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. “Alhamdulillah, Saya sudah tidak minta uang kepada orang tua lagi sejak tahun kedua kuliah di UNY,” ucapnya.

Prestasi akademiknya di kampus juga membawa Janu mendapatkan kesempatan summer school di Utrech, Belanda dan pertukaran mahasiswa ke Australia. Ia pun pernah mendapatkan beasiswa singkat untuk mengikuti pelatihan calon pemimpin muda di Arizona State University, Amerika Serikat.

Janu bertutur, kunci sukses berorganisasi tanpa mengurangi prestasi akademiknya adalah dengan mengatur waktu sebaik-baiknya. Ia selalu membuat jadwal kegiatan harian secara tertulis, dan juga membuat target bulanan di buku saku. “Kebiasaan ini terbawa hingga sekarang, Saya selalu membawa buku saku kemana-mana,” ucapnya tersenyum.

Selain itu, pesan orang tuanya sejak kuliah di Jogja selalu membekas. “Meskipun kamu aktif di kampus, tetapi nilai kuliah juga harus bagus,” ucap Janu mengenang nasihat orang tuanya. Jerih payah orang tuanya pun terbayar saat Janu mengantongi IPK 3,7 atau yang tertinggi di jurusan Geografi UNY. Sebagai bentuk penghargaan kepada wisudawan yang mendapatkan IPK tertinggi, UNY menyebutkan nama orang tua Janu saat wisuda. “Momen ini yang paling membahagiakan buat Saya,” ucapnya.

Selain giat berorganisasi di kampus, Janu juga aktif mengikuti kegiatan sosial di masyarakat. Di dusun Ngemplak, Sleman ia menjadi Sekretaris Karang Taruna. Bersama para pemuda desa lainnya, ia mendirikan Karung Goni Learning Centre pada tahun 2014. Ini merupakan taman baca masyarakat yang meyediakan buku bacaan untuk anak-anak sekolah secara cuma-cuma.

Taman baca ini bertujuan meningkatkan minat baca anak-anak di desa. Kegiatan Karung Goni Learning Centre memikat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Mereka mengunjungi lokasi taman baca tersebut.    

Kepedulian Janu dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sleman melalui gerakan literasi diganjar penghargaan sebagai Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia juga menjadi salah satu pemuda terpilih Young Leaders for Indonesia dari McKinsey&Company, sebuah konsultan manajemen tersohor dari Amerika Serikat.

Usai lulus dari UNY, Janu sempat bekerja selama dua bulan di ruangguru.com, sebuah perusahan startup di bidang pendidikan dan teknologi. Ia menjabat sebagai staf hubungan pemerintah pada tahun 2016. Di tahun yang sama, ia mendapatkan beasiswa LPDP dan terbang ke Inggris untuk melanjutkan S2.

Keinginannya sangat kuat untuk belajar ke luar negeri, karena ia ingin mengubah nasib keluarganya. Ia sangat yakin bahwa ia dapat meningkatkan kualitas hidup kedua orangtuanya melalui pendidikan. Ia juga ingin mendapatkan pengalaman dan wawasan di negeri Ratu Elizabeth.

Selain itu ada hasrat tersirat dari Janu, ia ingin membuka jalan baru bagi teman-teman dan adiknya di dusun Ngemplak, Sleman. Ia ingin menghapuskan anggapan yang kerap tersiar, bahwa anak-anak di desanya setelah lulus SMP atau SMA hanya berujung menjadi buruh pabrik tekstil

Semangat Janu menempuh pendidikan tinggi menggugah semangat teman-temannya di Sleman. Kini, tiga orang kawannya yang juga mengelola taman baca Karung Goni berkuliah di Yogyakarta. Semangat mereka belajar tidak hanya terhenti hingga jenjang sekolah menengah. . “Saya percaya tiap orang punya potensi dan kesempatan, meskipun mereka tinggal di desa. Selama berusaha keras kita bisa kuliah, bahkan di luar negeri”. ujarnya yakin.

(Yohan Rubiyantoro, Pegawai Kemendikbud, sedang melaksanakan tugas belajar di Inggris)

 

Berita Terkait:

 

1. http://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=4151