Selasa, 17 October 2017

Keluarga Hebat

Janu, Anak Tukang Sayur yang Kuliah S2 di Inggris (1)

06 Jun 2017 13:37:14


Janu, Anak Tukang Sayur yang Kuliah S2 di Inggris (1)

SAHABAT KELUARGA- Meskipun ayahnya tidak tamat SD, namun semangat Janu Muhammad untuk kuliah di luar negeri tidak pernah pupus. Anak tukang sayur di Sleman, Yogyakarta dan peraih IPK tertinggi di jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta itu kini menempuh program S2 Human Geography di University of Birmingham, Inggris.

Dalam suatu perbincangan di kampusnya, alumnus SMA 2 Yogyakarta itu mengenang hari-harinya bersama keluarga, dan bagaimana ia termotivasi untuk sekolah setinggi-tingginya. Ia menuturkan, ayah dan ibunya, Ngadidyo dan Lasiyem, setiap hari, mulai pukul tiga dini hari, sudah menyiapkan sayur mayur untuk dijajakan di lapak mereka di pasar Sleman, Yogyakarta.

“Sejak mengalami kecelakaan, Bapak berhenti menjadi kuli bangunan, lalu membantu Ibu berjualan sayur. Jadi sejak kecil saya sudah terbiasa beraktivitas sejak pagi,” ujar Janu Muhammad mengenang.

Sejak kecil orang tua Janu selalu mengajarkannya untuk hidup mandiri. Mulai kelas satu SD bahkan ia sudah dibiasakan mencuci baju dan menyiapkan makanan sendiri. Ayahnya juga selalu menekankan kejujuran dan tanggung jawab.

Meskipun Ayahnya hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SD, namun ia sangat memerhatikan pendidikan kedua buah hatinya. “Kalau sedang ujian sekolah, TV harus mati. Saya dan adik tidak boleh nonton,” kenang pria kelahiran 7 Januari 1993.

Semula, ayah Janu bekerja sebagai kuli bangunan di Sleman. Namun, ia mengalami kecelakaan saat mengendarai motor. Kondisinya ayahnya semakin sulit setelah beberapa waktu kemudian ia terjatuh dari tangga saat bekerja.

Lantas ayahnya pun berhenti menjadi kuli bangunan dan ikut membantu ibu nya berdagang ayam di pasar. Namun usaha ayam orang tuanya meredup, permintaan menurun tajam lantaran makin banyak pesaing. Kemudian, orang tuanya pun banting setir berdagang sayur dan cabai, hingga kini. Janu pun ikut membantu membungkus sayur-sayur yang dijajakan orang tuanya.

Janu mengatakan orang tuanya mendidik dengan keteladanan. Ia memberi contoh, misalnya dalam hal pendidikan agama, bapaknya tidak sekadar menyuruhnya mengaji, tetapi mengajaknya mengaji bersama. “Bapak dan Ibu Saya adalah ‘Profesor’ terhebat yang memotivasi Saya. Bapak langsung memberi contoh, memberi teladan.” Ucapnya bangga terhadap kedua orangtuanya.

Berkat motivasi dan dorongan kedua orang tuanya itulah, Janu berhasil lulus dari jurusan Geografi UNY tahun 2015 dengan Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi. Ia pun kemudian meraih beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan S2 di program Human Geography di University of Birmingham, Inggris.

Tak sekadar kuliah, Pria berusia 24 tahun tersebut terpilih sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia di Birmingham 2016-2017. Ia juga menjadi Student Representatives College of Life and Enviromental Science. Posisi ini menjadikannya sebagai satu-satunya wakil mahasiswa se Asia Pasifik di kampusnya. Tak hanya itu, pria yang pernah terpilih sebagai salah satu Calon Pemimpin Muda Potensial Indonesia versi Mckinsey ini juga getol tampil di beragam konferensi geografi internasional.

Sulung dari dua bersaudara ini tercatat sebagai anggota peneliti muda di Internasional Geographical UnionUnited Kingdom Royal Geographical, dan Regional Studies Association. Ketiganya merupakan organisasi internasional yang fokus pada kajian riset di bidang geografi dan studi kawasan. “Saya menyukai pelajaran Geografi sejak SMA,” kenang alumnus SMA 2 Yogyakarta itu.

Sepanjang menuntut ilmu di Inggris, Janu telah menghadiri konferensi internasional di Paris, India, Cardiff, Cambridge, dan beberapa kota di Inggris. Di sebagian dari konferensi tersebut, ia tampil sebagai pembicara.

Kini, Janu sedang meneliti tentang regenerasi kota atau urban studies renewal di kota Rotterdam, Belanda. Ia berharap hasil risetnya dapat diterapkan untuk menata kota di Indonesia menjadi lebih baik dari sisi Geografi.

(Yohan Rubiyantoro, Pegawai Kemendikbud, sedang melaksanakan tugas belajar di Inggris)