Kamis, 29 June 2017

Berita

Kader PKK Diharap Segera Lakukan Pendidikan Keluarga

24 May 2017 17:25:52


Kader PKK Diharap Segera Lakukan Pendidikan Keluarga

SAHABAT KELUARGA- Kerjasama antara Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga dengan Tim Penggerak Pembinaan kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam hal pendidikan, pembinaan, dan pemberdayaan keluarga telah dimulai.

Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sukiman, berharap, agar para kader PKK dan jajaran di  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai melaksanakan aksi-aksi sebagai tindak lanjut kerjasama itu. Diakui Sukiman, saat ini baru tahap sosialisasi ke seluruh dinas pendidikan dan kader-kader PKK di seluruh Indonesia.

“Tidak perlu kaku di lapangan, tetapi bagaimana kita fokus pada 1000 hari pertama kehidupan tadi. Sebetulnya pelibatan keluarga  di lembaga PAUD relatif sudah cukup bagus karena umumnya anak-anak PAUD masih diantar sehingga mudah orang tuanya dilibatkan lebih dari sekedar mengantar. Tetapi untuk  untuk yang 1000 hari pertama kehidupan itu, banyak yang belum melakukan, “jelasnya.

Soal gagasan agar kader PKK menngelar pertemuan sebulan sekali dengan para orang tua, Sukiman mengapresiasinya. Menurutnya, sebagai kader PKK, fungsinya hanya sebagai penggerak. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga bertindak selaku narasumber . Kemungkinan lain, adalah mengajak orang tua atau tokoh masyarakat untuk menjadi narasumber.

“Intinya, mulailah dengan program yang sederhana, tidak perlu menunggu komplit dulu, apa yang bisa kita sampaikan pada orang tua sekiranya dibutuhkan, sampaikan, “ujarnya.

Sukiman menegaskan,  apa yang dilakukan kader PKK jangan diformalkan. “ Pendidikan yang diselenggarakan lingkungan ini menurut UU  masuk kategori pendidkan informal, tidak perlu berizin. Yang perlu berizin itu pendidikan nonformal dan formal, “paparnya.

Dikatakan Sukiman, saat ini sudah terbentuk kelompok kerja (Pokja) pendidkan keluarga di semua dinas pendidikan kabupaten/kota. Anggota Pokja tersebut adalah lintas bidang, salah satunya, yang diharapkan terlibat adalah PKK. “Pokja ini dibentuk untuk mengatur strategi tentang bagaimana  program pendidikan keluarga diselenggarakan di wilayah masing-masing, “katanya.

Sukiman juga setuju segera digelarnya pendidikan pra nikah untuk pemuda dan pemudi yang akan memasuki jenjang pernikahan, semisal dengan materi bagiamana menstimuli bayi dalam kandungan, kesehatan reproduksi, dan sebagainya.

Sekretaris Umum Tim Penggerak PKK Pusat,  Rossi Anton Apriyantono, menjelaskan, program pendidikan keluarga telah dilakukan organisasi PKK melalui pokja 3 dan 4. Walaupun begitu, pokja-pokja lainnya juga terkait pendidikan keluarga itu, seperti Pokja 1 terkait pendidikan karakter dan pokja 2 terkait PAUD. “Kita sebetulnya tidak terkotak-kotak, semua pokja saling terkait dan saling membutuhkan, saling berhubungan, “katanya.

Ia juga sepaham dengan Sukiman, sejak saat ini, para kader PKK sudah bisa mulai melakukan kegiatan pendidikan keluarga ini, tidak harus menunggu modul, aturan atau hal lain yang baku, tapi mulai lakukan hal yang sederhana. Yanuar Jatnika