Sabtu, 19 August 2017

Berita

Erni Guntarti: Perlu Sinergitas Antarsektor dalam Pendidikan Keluarga

22 May 2017 16:20:04


Erni Guntarti: Perlu Sinergitas Antarsektor dalam Pendidikan Keluarga

SAHABAT KELUARGA-Ketua Umum Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Erni Guntarti Tjahjo Kumolo mengapresiasi kerjasama yang terjalin antara organisasi PKK dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Ditjen PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan Kebudayaan dalam pembinaan dan pemberdayaan keluarga, terutama orang tua.

Menurutnya, pembinaan dan pemberdayaan keluarga, terutama dalam hal pola asuh anak dan remaja, akan sangat optimal bila terjadi kerjasama yang sinergis antara semua pihak yang terkait dengan pembinaan keluarga, seperti PKK, Kementerian Kesehatan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Sinergitas Pola Asuh Anak dan Remaja dapat dilaksanakan dengan semua sektor yang mempunyai Visi dan Misi yang sama baik dengan Kementrian/ Pemda, Ormas atau CSR atau lembaga lainnya, “ujar Erni pada Seminar Nasional Pendidikan Keluarga yang diselenggarakan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga di Surakarta, 22 Mei 2017.

Pada seminar yang bertema “Peningkatan Peran Keluarga dalam Menumbuhkan Karakter dan Budaya Prestasi” itu, Erni mengatakan, bahwa PKK memiliki 10 program Pokok yang  kemudian pelaksanaannya diselenggarakan melalui kelompok-kelompok kerja (Pokja).

Masing-masing Pokja tersebut memiliki program unggulan. Salah satunya, adalah Pokja 1 dengan program unggulannya adalah Pola Asuh Anak dan Remaja dengan penuh cinta dan kasih sayang.

“Program Unggulan itu dalam rangka meningkatkan pendidikan karakter keluarga melalui upaya peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan keluarga yang penuh cinta dan kasih sayang, “ujar istri dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tersebut.

Dikatakannya, sejak 2015, organisasi PKK telah melaksanakan program keorangtuaan atau parenting di berbagai daerah, seperti Jakarta, Aceh, Lombok, dan Solo.

Tak hanya menyasar keluarga, menurut Erni, organisasi PKK juga menyasar anak muda yang akan segera menikah atau calon orang tua. Tujuannya, agar saat mereka menikah dan punya anak, sudah dibekali pengetahuan dan pemahaman dalam hal mengasuh anak.

Dasarnya, ujar Erni, pembentukan karakter anak itu dimulai dan bahkan sangat penting saat anak masih dalam usia dini, yakni usia 0-5 tahun. Atas dasar itu pula, PKK sangat komitmen untuk mendirikan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD di berbagai daerah. “Kami juga menginstruksikan kepada penggerak PKK daerah untuk ikut membantu mengawasi PAUD di daerahnya masing-masing.

“Kita butuh PAUD yang berkualitas, bukan PAUD yang asal-asalan. Kalau guru-guru PAUD asal-asalan, tidak tahu cara mendidik anak, karakter anak juga akan terbentuk dengan tidak baik, bahkan menurunkan motivasi anak untuk berprestasi di kemudian hari, “tegasnya.

Program lain PKK, lanjutnya, adalah mengajak penggerak PKK untuk memikirkan pemberian pelatihan pada asisten rumah tangga dan babysitter. Hal itu dilatarbelakangi, kian banyaknya pasangan suami istri yang bekerja sehingga pola asuh anak diserahkan pada asisten rumah tangga atau babysitter di rumah.

Dalam kesempatan itu, Erni juga mengingatkan, bahwa orang tua punya kewajiban memberikan keteladanan, kemandirian dan kreatifitas pada anak-anak. Selain itu, orang tua juga wajib memberikan kasih sayang, gizi yang seimbang, stimulasi dini, dan perawatan kesehatan.

Erni berharap, melalui kerjasama antara Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemendikbud dengan Tim Penggerak PKK dari pusat hingga daerah bisa terbangun kesepahaman tentang bagaimana peran keluarga dalam menumbuhkan karakter dan budaya prestasi anak.

Menurut Erni, kerjasama tersebut bertujuan agar setiap keluarga semakin berdaya, dam mampu melakukan banyak hal sesuai kapasitas dan porsinya. “Kerjasama ini akan memperkuat ketahanan keluarga, dan ketahanan keluarga pada akhirnya akan sangat berpengaruh pada kualitas pemerintahan dan pembangunan nasional umumnya, “ujarnya.

Seminar yang berlangsung selama 3 hari tersebut dihadiri sekitar 350 penggerak PKK propinsi dan kabupaten/kota dari seluruh propinsi di Indonesia. Yanuar Jatnika