Selasa, 17 October 2017

Berita

Presiden Mendongeng Untuk Anak Indonesia di Hari Buku Nasional

18 May 2017 12:08:30


Presiden Mendongeng Untuk Anak Indonesia di Hari Buku Nasional

SAHABAT KELUARGA – Halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/5/2017) sore tampak berbeda dari biasanya. Sebanyak 503 siswa SD dan SMP duduk bersila diatas karpet hijau yang terhampar di atas rumput.

Sambil memandang kemegahan bangunan Istana Negara, ratusan siswa tersebut hadir dalam rangka memenuhi undangan Presiden Joko Widodo yang sedang menggelar peringatan Hari Buku Nasional bertemakan ‘Gemar Membaca’.

Acara yang dipandu oleh Duta Baca Nasional, Najwa Shihab, dibuka dengan sejumlah acara, diantaranya permainan sulap dan pembacaan dongeng.

Presiden Joko Widodo juga turut membacakan dongeng cerita rakyat berjudul ‘Lutung Kasarung’. Sebelum memulai dongeng, Presiden berdialog ringan dengan para siswa. Suasana kian akrab ketika Presiden melontarkan candaan-candaan seru kepada siswa.

Sekitar 10 menit, Presiden membacakan dongeng untuk anak-anak. Seperti biasa, diakhir cerita dongeng selalu ada pesan moral yang disampaikan dari cerita tersebut. Presiden pun menitipkan pesan yang sama.

”Saya titip, kalau mengejar cita-cita itu harus bekerja keras, harus rajin belajar. Jangan senang curang, tidak boleh. Jangan suka menghina orang lain, tidak boleh. Tidak boleh menjelekkan teman. Harus suka menolong teman,” tutur Presiden menyampaikan pesan moral.

Presiden sengaja memilih cerita nusantara dari daerah Jawa Barat itu untuk menyampaikan pesan bahwa negara Indonesia kaya terhadap cerita-cerita di Tanah Air.

Mengingat banyaknya cerita Nusantara tersebut, Presiden memerintahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, untuk terus meningkatkan minat baca anak-anak Indonesia lewat cerita-ceita Nusantara.

”Masih banyak lagi yang perlu dikenalkan kepada anak-anak sehingga minat bacan anak ini menjadi lebih baik lagi. Dan saya juga minta kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar cerita-cerita Nusantara ini disebarkan, disampaikan kepada anak-anak kita sejak dini,” tutur Presiden kepada wartawan usai mendongeng.

Hal tersebut dilakukan pemerintah guna menanamkan nilai-nilai budi pekerti kepada anak-anak Indonesia. Apalagi di era keterbukaan saat ini, nilai-nilai kesantunan di Indonesia harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

”Nilai-nilai moral, etika, kesantunan, kejujuran, keberanian, itu ada di anak-anak kita karena cerita-cerita yang baik tadi," tambah Presiden.

Mengenai hobby membaca, Presiden menyatakan bahwa dirinya selalu menyempatkan diri untuk membaca di tengah kesibukannya menjalankan tugas pemerintahan.

”Selalu waktu luang saya di pesawat, di mobil, saya gunakan untukl membaca,” kata Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga memenuhi janjinya untuk menerapkan kebijakan pengiriman buku secara gratis kepada para pegiat minat baca di seluruh Indonesia.

Tanggal 17 ditetapkan pemerintah sebagai tanggal di mana pengiriman buku ke pelosok Tanah Air digratiskan. Namun, khusus bulan ini pengiriman tanggal 20 digratiskan karena bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

"Hari ini saya perlu sampaikan sesuai dengan janji saya pada seluruh pegiat literasi, pegiat minat baca bahwa setiap bulan nanti ada satu hari kita bisa mengirimkan buku ke pelosok Tanah Air lewat kantor pos, tanggal 20 dan itu digratiskan. Pada bulan ini tanggal 20, dan setiap bulannya tanggal 17," ujar Presiden.

Pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat membantu meningkatkan minat baca anak-anak Indonesia, mengingat selama ini ongkos kirim buku lebih mahal dibandingkan dengan harga buku.

”Kita harapkan akan memperkuat minat baca anak-anak kita karena buku sampai ke daerah itu bisa menjadi lebih murah, karena kita tahu bahwa ongkos kirim dari kota ke desa, dari Jawa ke luar Jawa itu lebih mahal dari bukunya," kata Presiden.

Di akhir acara, tak lupa, Presiden Joko Widodo menitipkan pesan kepada para siswa yang hadir untuk terus belajar dan berdoa demi mewujudkan cita-cita mereka di masa depan.

"Anak-anak saya titip semuanya, belajar yang baik, jangan lupa berdoa, bersembahyang, dan juga jangan lupa giat membaca, membaca dongeng boleh, dan terutama buku-buku pelajaran anak-anak," tutur Presiden.

Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, serta Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Sukardi Rinakit. (Bunga Kusuma/sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)