Kamis, 29 June 2017

Berita

Mendikbud: Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas

02 May 2017 10:58:32


Mendikbud: Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas

SAHABAT KELUARGA – Ada yang berbeda di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Selasa, 2 Mei 2017. Seluruh pegawai di lingkungan Kemendikbud mengenakan busana adat dari daerah seluruh Indonesia.

Sejak pagi hari seluruh pegawai berkumpul di lapangan utama untuk melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2017. Tahun ini, tema Hardiknas yakni ‘Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas’

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menyerukan tentang upaya untuk mempercepat pendidikan yang merata dan berkualitas di Indonesia. ”Kita tidak cukup pemerataan saja tanpa berkualitas, tetapi kita juga tidak hanya mengedepankan pendidikan berkualitas tapi tidak merata yang artinya pendidikan hanya dinikmati sekelompok kecil di Indonesia,” kata Mendikbud membuka pidatonya.

Untuk itu, Mendikbud berpesan pada aparatur sipil negara yang ada di lingkungan Kemendikbud untuk bekerja lebih keras, lebih cepat dan melayani serta mengerjakan tugas-tugas yang dibebankan. ”Saya yakin kalau tugas kita dikerjakan dengan penuh keihklasan, kecermatan dan kecepatan, semua akan menjadi amal baik dan amal sholeh serta akan mendapat balasan setimpal dari Allah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Mendikbud juga menyampaikan rasa syukurnya terhadap pendidikan yang semakin baik dari hari ke hari. Salah satu kemajuan yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya menurut Mendikbud yakni pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional dan Ujian Nasional yang berjalan lancar.

Seruan untuk menjaga marwah sekolah, khususnya untuk menjunjung tinggi kejujuran dan menghindari praktek kecurangan di lembaga pendidikan, satuan kerja pendidikan terutama sekolah telah mendapat respon positif dari seluruh sekolah di Indonesia.

”Ini membuktikan praktek kecurangan dan ketidak jujuran selama USBN dan UN bisa ditekan dalam jumlah drastis sehingga tidak ada kasus-kasus yang cukup berarti. Sekarang ini anak-anak didik kita ditingkat SMP baru menjalankan UN, saya harap hasilnya bisa lebih baik dari sebelumhya,” tegas Mendikbud.

Selain tiga hal tersebut, pesan Mendikbud di Hari Pendidikan Nasional juga mengenai gagasan pemikiran dan prinsip-prinsip pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang menjadi dasar acuan visi Presiden RI, Joko Widodo di bidang pendidikan.

Dalam visi Presiden, masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh generasi peserta didik masa kini yang memiliki karakter atau budi pekerti yang kuat, serta menguasai berbagai bidang keterampilan hidup, vokasi dan profesi abad 21.

”Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersiap melakukan reformasi pendidikan nasional baik pada tataran konseptual maupun manajerial,” tegas Mendikbud.

Dalam tataran konseptual, saat ini sedang diupayakan agar karakter kembali menjadi fundasi dan ruh pendidikan nasional. Untuk itu, pembentukan karakter harus dimulai dan menjadi prioritas pada jenjang pendidikan dasar (basic education).

Kemudian, untuk jenjang pendidikan lebih lanjut harus kondusif bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan potensi dirinya semaksimal mungkin. Memungkinkan peserta didik membekali dirinya dengan keterampilan dan keahlian yang berdaya kompetisi tinggi yang dibutuhkan dunia abad 21.

”Hanya dengan karakter yang kuat dan kemampuan berdaya saing tinggi lah peserta didik masa kini akan sanggup membawa bangsa Indonesia berdiri dengan tegak di antara bangsa-bangsa maju yang lain di masa yang akan datang,” pesan Mendikbud.

Memeriahkan Hari Pendidikan Nasional, lingkungan Kemdikbud menggelar sejumlah acara yang diadakan dari masing-masing unit. Mulai dari pertunjukan seni, pameran serta hiburan dari setiap unit utama, pesta kuliner, pemutaran film Ki Hajar Dewantara (Mata Arir Kebangsaan) karya Gus Nas, film ‘Cek Toko Sebelah’ dan ‘Kartini’, Talkshow pendidikan antara Mendikbud dan cucu-cucu Ki Hajar Dewantara, Apresiasi Kemendikbud kepada Guru Berdedikasi dan Siswa Berprestasi dan masih banyak lagi. (Bunga Kusuma Dewi)