Sabtu, 24 June 2017

Berita

Pelajar Banjarbaru Diingatkan untuk Menjaga Fungsi Otak

27 Apr 2017 12:49:53


Pelajar Banjarbaru Diingatkan untuk Menjaga Fungsi Otak

SAHABAT KELUARGA – Perhatian pemerintah untuk memberantas peredaran narkoba, pengaruh pornografi serta kekerasan di kalangan remaja masih menjadi isu utama yang terus menerus disampaikan kepada generasi muda.

Kesempatan penyuluhan pekan ini disampaikan untuk pelajar SMA-SMK se Kota Banjarbaru dan Kabupaten Martapura, Kalimantan Selatan. Sebanyak 1200 pelajar memadati Gedung Idham Khalid yang terletak di Komplek Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru pada Selasa (25/4/2017).

Sejak pagi hari, ribuan pelajar antusias mendatangi lokasi acara untuk mengikuti penyuluhan dari empat bidang utama, antara lain Kementerian Pendidikan dan Kebudayan melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Badan Narkotika Nasional (BNN), Polisi Daerah Kalimantan Selatan serta Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan.

Acara yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Drs. H. Abdul Haris M.Si, mewakili Gubernur Kalimantan Selatan. Dalam sambutannya, Gubernur mengingatkan pelajar agar bisa menyerap materi-materi yang disampaikan karena penting untuk generasi muda di Kalimantan Selatan.

”Para pelajar yang menjadi peserta penyuluhan saya harapkan tidak hanya memahami untuk dirinya sendiri, tetapi menjadi agen penyuluh kepada teman-teman satu sekolah atau teman-teman sepergaulan. Dengan demikian tumbuh harapan yang lebih besar untuk mencegah penggunaan narkoba secara tidak benar, anti terhadap pornografi dan membenci kekerasan dalam bentuk apapun,” pesan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor, yang dibacakan oleh Setda.

Permasalahan narkoba, pornografi dan kekerasan menjadi perhatian penting pemerintah mengingat hal tersebut dapat mengancam masa depan generasi bangsa. Karena itulah dibutuhkan sosialisasi berulang kepada para pelajar agar dapat dimengerti dan diketahui oleh mereka tentang bahaya yang akan terjadi di sekitarnya.

Meneruskan pesan Presiden Jokowi dalam sosialisasi yang sama sebelumnya di Solo, pekan lalu, tujuan dari diselenggarakannya acara ini agar pelajar bisa mengerti dan mampu membentengi dirinya sendiri.

”Setelah mampu membentengi diri sendiri, pelajar juga bisa menjadi duta anti narkoba, pornografi dan kekerasan. Dimulai dari keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakan. Harapan kami pemerintah bahwa adik-adik di sini bisa memberikan virus yang baik di sekitar kita semua,” kata Eko Budi Hartono, Kepala Subdit Kemitraan Ditbindikkel, Kemdikbud, menyampaikan pesan utama penyelenggaraan acara tersebut.  

Dokter bidang neurosains, dr. Anne Gracia yang menjadi nara sumber tentang pornografi dan kekerasan menjelaskan bahwa pengaruh pornografi dapat merusak otak anak di sama depan.

”Otak perlu berkembang untuk bisa berfungsi optimal. Fungsi terutamanya adalah sanggup mengendalikan, mengambil keputusan, jangan sampai perkembangan fisiknya 17 tahun tapi perkembangan otaknya 9 tahun. Karena itu kita harus menjaga kesehatan otak dan menjawab tantangan untuk sanggup memilih hal yang terbaik. Kalau otak kita rusak, sudah tidak bisa berpikir jernih lagi, ” tegas dr. Anne Gracia dari Sahabat Keluarga.

Lebih lanjut Anne menjelaskan, masalah pornografi dan narkoba merupakan keluapan emosi yang mudah terekam dalam memori manusia. ”Kalau itu sudah terekam, dia akan menyimpan perhatian pada satu fokus itu. Akibatnya, perhatian dan fokus belajar jadi menurun. Hubungan dengan sekitar juga menurun karena fokusnya di sana. Bahkan sampai terlambat sekolah, kurang tidur, dampaknya ngantuk, lelah, kurang tidur dan melupakan  kebiasaan,” bebernya lagi.

Karena itulah, untuk menghindari hal tersebut, dibutuhkan aktivitas kreatif agar dapat mengalihkan perhatian pada hal-hal negatif. Apalagi kemajuan teknologi saat ini sangat memudahkan pelajar mengakses konten-konten negatif.

”Telepon sekarang begitu canggih, mereka aktif memberi kita info. Hal-hal yang seharusnya tidak diakses pun akan muncul dengan sendirinya. Dengan semakin canggih teknologi diital, semakin mudah mengakses pornografi, karena itulah kita harus membentengi diiri untuk tidak mengizinkan pornografi masuk ke dalam otak kita,” tambah Anne.

Selain membentengi diri, Anne menegaskan perlu juga keterlibatan keluarga dan lingkungan masyarakat dalam menghalau pengaruh tersebut. Orang tua harus berperan aktif dalam memantau perilaku anak di lingkungannya.

Puncak dari kegiatan tersebut yakni hadirnya Ibu Negara Iriana Jokowi dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla beserta rombongan anggota OASE KK yang merupakan istri-istri Menteri Kabinet Kerja. 

Kehadiran Ibu Negara selepas makan siang disambut meriah oleh pelajar dengan menyanyikan lagu daerah Ampar-Ampar Pisang. Dilanjutkan kemudian tarian khas Banjar diiringi oleh rampak gendang yang dibawakan oleh pelajar SMA Banjarbaru.

Tarian yang menghentak mengajak Ibu Negara bergoyang bersama penari dan deretan pelajar yang duduk di kursi depan. Ibu Iriana dan Ibu Mufidah terlihat luwes saat mengikuti gerakan-gerakan yang ditunjukkan penari.

Seperti kegiatan sosialisasi sebelumnya, dalam kesempatan itu Ibu Negara juga membagi-bagikan hadiah sepeda bagi yang bisa menjawab pertanyaan yang diberikan. Kesempatan pertama diraih oleh Hilmia Oktavia Putri, siswi SMK N 2 Banjarbaru dan Febri Akbari, siswa SMA N 1 Martapura.

Kedua pelajar itu diminta untuk menjelaskan seluruh rangkaian acara yang dijalani termasuk manfaatnya. ”Satu menjelaskan dalam bahasa Indonesia dan satu lagi menjelaskan dalam bahasa Banjar,” kata Ibu Negara.

Keduanya berhasil menjawab dengan baik dan diperbolehkan mengambil sepeda yang sudah disediakan oleh Ibu Negara.

Kesempatan berikutnya diraih oleh dua siswa lagi dari SMAN Banjarbaru. Kedua pelajar itu mendapat pertanyaan dari Ibu Mufidah mengenai cara-cara yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari bahaya narkoba.

Kesempatan terakhir diberikan kepada pelajar yang berhasil mengikuti tarian daerah khas Banjar yang diperagakan oleh penari. Selain lima buah sepeda, Ibu Negara juga membagi-bagikan ratusan buku tulis untuk pelajar.

Kunjungan Ibu Negara dan rombongan ke sosialisasi anti narkoba, kekerasan seksual dan pornografi menutup rangkaian kunjungan kerja Ibu Negara dan OASE di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Setelah sebelumnya rombongan mengunjungi PAUD Tunas Bangsa Kelurahan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, mengunjungi Pasar Ulin Raya Kelurahan Landasan Ulin, mengikuti peringatan Hari Kartini di kota Banjarbaru, serta meninjau lokasi IVA Test II di Gedung Bina Satria.  (Bunga Kusuma Dewi)