Rabu, 24 May 2017

Sekolah Keren

Lomba Kelas Anyanang: Cara Orang Tua Terlibat di SMPN 1 Karawang Barat (Bag 1)

25 Apr 2017 16:22:14


Lomba Kelas Anyanang: Cara Orang Tua Terlibat di SMPN 1 Karawang Barat (Bag 1)

SAHABAT KELUARGA- Hari Kamis, 20 April 2017, suasana SMP Negeri 1 Karawang Barat, terasa sangat berbeda. Di lapangan yang berada di tengah komplek persekolahan itu, nampak panggung dan tenda besar dengan ratusan kursi. Di sebelah kanannya, berbagai stand menampilkan aneka hasil karya siswa-siswi.

Siswa dan siswi nampak sibuk mempersiapkan segala sesuatu, sebagian lain bercengkrama dan berlatih kesenian. Saat itu memang proses pembelajaran belum kembali normal usai pelaksanan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Tak hanya guru dan siswa, di sekolah yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Karawang Barat, itu, juga hadir orang tua siswa/siswi.

Hari itu, SMP yang termasuk sekolah favorit warga Karawang itu, menggelar Lomba Kelas Anyanang atau kelas aman, nyaman, dan menyenangkan. Lomba yang digelar pertama kali itu akan memperebutkan piala dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk juara I, II, dan III, masing-masing untuk kelas 7 dan 8. Selain itu, juga ada piala untuk Juara Harapan I, Harapan II, dan III, juga untuk kelas 7 dan 8, dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Karawang Barat.

Hadir dalam acara Lomba Kelas Anyanang itu antara lain Staf Ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing, Ananto Kusuma Seta; Kasubdit Pendidikan Anak dan Remaja, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Nani Suwaryani; dan Kepala Bidang PNFI, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, Amid Mulyana. Selain itu, juga hadir beberapa anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Karawang, dan beberapa kepala sekolah di Kabupaten Karawang.

Menurut Rukmana, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Karawang Barat, kelas-kelas yang diperlombakan ada sekitar 31 kelas, yakni kelas 7 dan kelas 8. “Lomba ini diikuti  siswa dan siswi,  orang tua, bahkan anggota keluarga lain para siswa,” katanya.

Dikatakannya, sekitar 3 hari, sebelum penilaian, siang dan malam, paguyuban orang tua pada kelas-kelas itu dibantu anak-anaknya  bahu membahu memperindah kelas, baik dari sisi interior, alat pembelajaran, furnitur, dan bahan bacaan. Sebagian besar kelas juga menata taman yang ada di depan kelas yang sebelumnya hanya terdiri dari semak belukar.

Tim penilai atau dewan juri lomba itu terdiri dari unsur Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Dewan Pendidikan, dan Dinas pendidikan Kabupaten Karawang.

Selama kurang lebih 4 jam, dewan juri berkeliling ke masing-masing kelas. Ada 25 item yang dinilai dewan juri, antara lain pemilihan cat tembok dan cat furnitur, penataan bangku atau meja, ketersediaan bahan bacaan atau perpustakaan mini kelas dan kebersihan.

Selain itu, dewan juri juga menilai bagaimana kreativitas siswa dan orang tua mereka dalam mendesain dinding dengan aneka lukisan atau hiasan, yang melengkapi foto-foto, jadwal pelajaran, dan kata-kata motivasi.

Nampak, bagaimana kelas diberi cat berwarna-warni, mulai warna-warna yang sejuk sampai warna yang menyala atau ‘berani’. Demikian juga halnya dengan hiasan atau dekorasi dinding. Di dinding belakang kelas, diberi dekorasi pohon, bunga atau siluet manusia yang sedang beraktivitas.

Dalam penataan bangku dan meja, sebagian besar kelas ditata secara konvensional, yakni dibuat lajur-lajur dan kolom-kolom. Namun ada juga kelas yang bangku dan mejanya ditata dalam bentuk kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari sekitar 6 sampai 7 siswa.

Apapun yang dilakukan di kelas itu, yang paling utama, item terpenting dalam penilaian itu adalah bagaimana pola, dan intensitas kerjasama siswa dan orang tua dalam penataan kelas yang aman, nyaman, dan menyenangkan itu.   

Dalam kunjungan ke kelas itu dan berdialog dengan para siswa, diketahui, hampir semua orang tua terlibat dalam penataan kelas itu, baik dalam bentuk pendanaan, pemikiran, dan tenaga, serta waktu. Bahkan beberapa siswa mengatakan, tak sedikit orang tua yang pulang tengah malam, bahkan menginap di kelas.

Untuk kelas 7, Juara I diraih oleh kelas 7 b, Juara 2 Kelas 7 a, dan Juara 3 diraih kelas 7 i. Sedangkan untuk kelas 8, Juara 1 diraih kelas 8 h, Juara 2 kelas 8 g, dan Juara 3 diperoleh oleh kelas 8 a.

Sita, Ketua Paguyuban Kelas 7 B, menjelaskan, Lomba Kelas Anyanang ini diberitahukan pihak sekolah pada akhir Maret lalu. Ia mengapresiasi kegiatan itu, terutama karena kelas menjadi bagus. Selain itu, kegiatan ini juga membuat terjalinnya kekompakan antara para ibu dan bapak.

“Beberapa, termasuk saya, bahkan sampai malam, dan ada yang sampai menginep karena pulang agak jauh. Saya senang, tidak ada keterpaksaan. Ada rezeki yang dibagikan untuk membuat kelas yang aman, nyaman dan menyenangkan. Kan semua juga hasilnya untuk anak-anak kita sendiri agar nyaman dan senang belajar dan akhirnya prestasinya Insha Allah bisa meningkat, “jelasnya. Yanuar Jatnika

Berita Terkait:

Paguyuban Kelas SMPN 1 Karawang Barat Sangat Aktif

Lewat Anak, cara SMPN 1 Karawang Barat Ajak Orang Tua