Sabtu, 24 June 2017

Berita

Presiden Minta Pelajar Menjadi Duta Anti Narkoba

23 Apr 2017 08:06:50


Presiden Minta Pelajar Menjadi Duta Anti Narkoba

SAHABAT KELUARGA – Cuaca cerah yang menghiasi kota Solo pada Jumat (21/4/2017) semakin membangkitkan semangat pelajar SMP, SMA serta lembaga Informal se kota Solo untuk menghadiri Sosialisasi Bahaya Narkoba, Pornografi dan Kekerasan Terhadap Anak di Stadion Manahan, Kota Surakarta.

Sejak pagi hari, ribuan siswa hadir ke tempat acara dengan mengenakan busana adat dari beragam daerah di Indonesia. Pemilihan busana daerah karena bertepatan dengan peringatan hari Kartini.

Acara yang digelar berkat kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, OASE KK (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja), BNN (Badan Narkotikan Nasional), Pemda Provinisi Jawa Tengah, Pemda Kota Surakarta, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan Kota Surakarta serta PKK Kota Surakarta ini merupakan rangkaian program sosialisasi yang digagas pemerintah dalam upaya memberantas narkoba, pornografi dan kekerasan di kalangan remaja.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Hari Nugroho dari Badan Narkotika Nasional yang menginformasikan tentang berbagai macam narkoba serta bahaya terhadap tubuh jika dikonsumsi. Dilanjutkan dengan informasi ancaman hukuman yang akan diterima oleh pengguna narkoba yang disampaikan oleh Direktur Narkoba Polda Jawa Tengah, Kombes Polisi Krisno Siregar.

Acara kian meriah dan bersemangat ketika ditengah-tengah penyampaian materi, Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi memasuki tempat acara.

Lagu Sorak-Sorak Bergembira menyambut kedatangan Presiden dan Ibu Negara yang hadir didampingi Ibu Wakil Presiden, Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Kehadiran Presiden tentu sangat ditunggu-tunggu pelajar karena seperti biasa dalam kesempatan bertemu publik, Presiden akan memberikan hadiah berupa sepeda.  Sebanyak 5 sepeda disiapkan untuk pelajar yang mengikuti acara sosialisasi tersebut.  

Ibu Negara mendapat kesempatan lebih dahulu memberikan kuis kepada ribuan pelajar. Siswa SMK N 8 Surakarta, Frans Dito, mendapat kesempatan pertama. Dia diminta berakting pacaran dengan Ibu Negara. ”Sebelumnya pak Jokowi, saya akan acting pacaran. Coba sini saya jadi pacar kamu,” kata Ibu Iriana kepada Frans.

Permintaan Ibu Negara itu membuat Frans merasa sungkan dan grogi. Semakin grogi lagi ketika Ibu Negara mengajak Frans duduk di tengah-tengah panggung seperti muda-mudi tengah berpacaran.

Menanggapi permintaan Ibu Negara, Frans lantas meminta maaf berkali-kali kepada Pak Jokowi yang duduk di sebelah kiri panggung sebelum akhirnya memainkan perannya merayu Ibu Negara.

”Sayang, kamu kok akhir-akhir ini kelihatan sering mengantuk, tidak semangat, ada apa?” tanya Frans, membangkitkan tawa hadirin termasuk Pak Jokowi.

Ibu Negara menanggapi aktingnya dengan berperan seakan-akan dia sudah terdampak candu narkoba. Lewat perannya, dia menunjukkan ciri-ciri orang yang terdampak narkoba.

Di akhir peran, Ibu Negara melontarkan pertanyaan pada Frans mengenai ciri-ciri pecandu narkoba. Dengan lancar Frans menjawab bahwa ciri-ciri pemakai narkoba antara lain terlihat dari matanya yang sayu, badan yang menjadi kurus karena nafsu makan menurun.

Jawaban dari Frans dianggap benar dan Ibu Negara langsung menyuruh Frans mengambil hadiah sepeda. Mendapat hadiah sepeda dari Ibu Negara membuat Frans sangat terkejut sekaligus senang sampai berjingkrak kegirangan.

Spontan dia sujud syukur dan menyalami Ibu Negara yang tampil di panggug didampingi oleh Mufidah Jusuf Kalla, Nora Tristyana Ryamizard Ryacudu serta Tri Siswati Tito Karnavian. Frans langsung mengambil hadiah sepeda lalu menaikinya. Dia juga menghampiri Presiden dan menyalaminya hingga berkali-kali.

Suasana semakin meriah saat Ibu Negara meminta Presiden naik ke atas panggung untuk ikut serta memberikan pengarahan kepada murid.

”Saya titip saja, sampai saat ini setiap hari 40-50 orang mati karena narkoba. Oleh sebab itu, saya ingin kita memagari diri sendiri, keluarga, teman, sekolah, kampung, kota supaya kita semua terhindar dari narkoba,” kata Presiden dalam sambutannya.

Presiden mengajak semua pihak bergerak dalam memberantas peredaran narkoba. ”Semua harus bersama bergerak, tidak mungkin pemerintah hanya sendiri. Semua harus berani mengatakan tidak pada narkoba,” lanjut Presiden.

Presiden membeberkan fakta bahwa dalam dua tahun ini pemerintah sangat tegas menegakkan hukuman bagi setidaknya 18 bandar narkoba di Indonesia. Meski demikian, hal itu belumlah cukup. Presiden pun meminta masyarakat dan anak-anak untuk turut bertindak selaku duta anti narkoba.

”Masyarakat harus bergerak, anak-anak semua harus jadi duta anti narkoba agar kota, lingkungan kita, keluarga kita tidak terkena narkoba,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga memberikan kuis berhadiah sepeda kepada pelajar. Presiden memberikan beberapa pertanyaan, antara lain menyebutkan 3 bahaya narkoba terhadap kehidupan. Siswa SMK Negeri 6 Surakarta, Triana, berkesempatan menjawab pertanyaan tersebut dan mendapatkan hadiah sepeda.

Pertanyaan lainnya diberikan kepada Yongki, siswa SMPN 4 Surakarta yang diminta Presiden untuk menyebutkan 7 suku di Indonesia. Yongki berhasil menjawab dengan lancar dan berhak mendapatkan hadiah sepeda.

Setelah materi tentang narkoba, pelajar juga diberikan materi tentang bahaya pornografi dan kekerasan seksual pada anak yang diberikan oleh dokter neurosains dr. Anne Gracia dan pegiat parenting Diena Haryana. Kedua nara sumber yang merupakan mitra Sahabat Keluarga itu menjelaskan tentang dampak pornografi dan kekerasan terhadap gangguan kesehatan, psikologi dan kerusakan otak. (Bunga Kusuma Dewi)