Sabtu, 19 August 2017

Keluarga Hebat

Orang Tua Herayati, peraih IPK 4.00 dari ITB – Getol Mencari Uang (2)

31 Mar 2017 16:52:00


Orang Tua Herayati, peraih IPK 4.00 dari ITB – Getol Mencari Uang (2)

SAHABAT KELUARGA – Sawiri, tukang becak di Cilegon, Banten hanya bisa mengajarkan Matematika sederhana pada Herayati (Baca: Orang Tua Herayati, peraih IPK 4.00 dari ITB – Mengajarkan Matematika Sederhana (1)) Namun Hera, demikian sapaan akrab wanita yang dinobatkan sebagai peraih IPK 4.00 dari kampus Institut Teknologi Bandung tahun 2016 ini selalu mendapatkan juara satu di kelasnya.

Menurut Sawiri, selama sekolah dulu, Hera sangat rajin belajar sendiri. Dia bisa berlama-lama di kamar untuk sekadar baca. Tak salah jika hasil akhirnya di SDN Grogol 1 sangat memuaskan. Hera kemudian melanjutkan pendidikannya di Madrasah Tsanawiyah Negeri Pulomerak, Cilegon.

Selama duduk di bangku SMP, prestasi Hera kembali membanggakan. Setiap kali bagi rapor, teman-temannya sudah menebak rangking yang akan diterima Hera. Sepanjang SMP, dia selalu meraih juara 1 di kelasnya.

Selepas SMP, Hera berniat melanjutkan jenjang berikutnya di SMA Negeri 1 Cilegon. Ayahnya pun sudah setuju dengan keputusan putrinya yang kelahiran Cilegon, 17 April 1995 itu. Beberapa gurunya juga mendukung karena prestasi Hera yang sangat baik selama di SMP.

Maka Hera pun mendaftar sendiri ke SMA Negeri 1 Cilegon. Dia berangkat dari rumah menumpang angkot. Karena lokasinya sangat jauh, dia harus berganti angkot hingga tiga kali.

Pulang dari survei SMA, Hera tampak tak nyaman. Dia berpikir tentang jarak tempuh perjalanannya. ”Ternyata dia memikirkan penghasilan bapaknya yang cuma dapat 15 sampai 20 ribu perharinya. Hera menghitung ongkos ke sekolah di kota Cilegon, perharinya ternyata nggak cukup 10 ribu,” kenang Sawiri.

Tak ingin merepotkan kedua orang tuanya, Hera akhirnya membatalkan niatnya untuk masuk ke SMA favorit di Cilegon. Dia memilih sekolah di dekat rumahnya di Madrasah Aliyah Negeri 2 Cilegon.

Meski gagal masuk sekolah idamannya, prestasi Hera tak pernah merosot. Dia selalu menempati rangking pertama.

Hera juga aktif dengan sejumlah kegiatan di sekolah. Dia juga kerap mengikuti beberapa lomba, seperti cerdas cermat, lomba kimia atau matematika, baik untuk mewakili sekolah ataupun provinsi. Hera juga kerap dikirim keluar kota untuk mengikuti lomba tersebut.

Melihat prestasi anaknya yang sangat baik, Sawiri kian getol mencari uang. Dia bahkan sempat meminjam uang ke pelanggan becaknya demi menutupi bayaran sekolah Hera.

”Saya pinjam uang, bayarannya dengan cara mengantar jemput anak-anak mereka ke sekolah menggunakan becak. Ada tiga anak sekolah yang saya antar jemput. Hasil dari situ untuk biaya sekolah anak sendiri,” kenang Sawiri.

Sawiri sempat khawatir putri kesayangannya itu malu dengan profesi bapaknya. Namun, di luar dugaan, Hera justru tak pernah malu sedikitpun.

”Saya bilang ke Nong, biar kita orang nggak punya, tapi nggak usah malu. Nong bilang, katanya dia sama sekali nggak malu. Nong benar-benar tidak pernah nuntut apa-apa. Kerjaannya setiap hari hanya belajar,” kata Sawiri.

Hasil dari belajar itu, Hera mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Cilegon. Dia dinobatkan sebagai siswa berprestasi dan direkomendasikan untuk mendapatkan beasiswa di ITB Bandung. Bersambung – Orang Tua Herayati, peraih IPK 4.00 dari ITB – Menangis Saat Pertama Mengantar Kuliah (3-Habis) (Bunga Kusuma Dewi)