Minggu, 30 April 2017

Berita

Ibu Negara Dirayu untuk Tidak Gunakan Narkoba

30 Mar 2017 08:36:31


Ibu Negara Dirayu untuk Tidak Gunakan Narkoba

SAHABAT KELUARGA – Acara Sosialisasai Anti Narkoba, Kekerasan Seksual dan Pornografi semakin meriah saat Ibu Negara, Iriana Jokowi, menyempatkan diri hadir menyapa pelajar SMP, SMA/K, PKBM dan Tim Penggerak PKK yang menjadi peserta sosialisasi di GOR Tribuana, Pekanbaru, Rabu (29/3/2017).

Kehadiran Ibu Negara merupakan rangkaian kunjungan kerja ke Pekanbaru bersama istri para Menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam OASE KK (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja).

Ibu Negara tiba di GOR Tribuana selepas makan siang. Ibu Iriana didampingi istri Gubernur Riau, Sisilita Arsyadjuliandi Rachman serta sejumlah anggota OASE yang turut serta, antara lain Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, Ratna Megawangi Sofyan Djalil, Nora Tristiyana Ryamizard Ryacudu, Siti Faridah Pratikno, Endang Nugrahani Pramono Anung, Rugaiya Usman Wiranto, Salsia Ulfa Darmin, Peggy Kho Pik Hiang Lukita, Suryan Widati Muhadjir Effendy, Suzana Ramadhani Masduki, Triana Rudiantara, Endang Budi Karya, Marifah Hanif Dhakiri dan Ratnawati Setiadi Jonan.

Kedatangan Ibu Negara disambut dengan tarian yang dibawakan secara medley dari beberapa wilayah Indonesia oleh pelajar SMA. Hentakan musik yang indah membangkitkan semangat Ibu Negara untuk turut menari mengikuti gerakan para penari.

Bahkan, rombongan penari diminta untuk mengulang tarian dan Ibu Negara mengajak seluruh pelajar untuk menari bersama. Dua siswa pelajar SMA berhasil mendapatan hadiah sepeda dari Ibu Negara karena dianggap mampu mengikuti tarian dengan baik dan bersemangat. Satu sepeda berikutnya diberikan kepada salah satu penari laki-laki yang telah menghibur dengan tariannya.

Seperti diketahui, dalam setiap kesempatan bertemu pelajar, Presiden Jokowi serta Ibu Iriana Jokowi selalu menyediakan sepeda sebagai hadiah utama. Dalam acara ini, Ibu Negara menyediakan 5 unit sepeda untuk dibagikan kepada pelajar.

Setelah tiga sepeda diberikan pada sesi menari, dua sepeda lainnya digunakan Ibu Negara dengan membuat kuis pada pelajar. Dua orang siswa mendapatkan kesempatan itu. Satu pertanyaan pertama diberikan kepada Muhammad Fitra Hidayat, pelajar siswa SMA Negeri 5 Pekanbaru.

Ibu Iriana mengajak Fitra bermain peran. ”Sekarang kalau ada teman sebelahmu kena narkoba, apa yang kamu lakukan? Saya yang jadi pecandu narkoba. Sini contoh saya jadi duduk sebelah. Kalau pakai narkoba kan cirinya pakai pakaian nggak bener ya? Jadi apa yang kamu lakukan?” tanya Ibu Iriana sambil mengajak Fitra duduk di tangga dengan santai.

Melihat Ibu Negara yang terlihat santai mengajak bermain peran, Fitra pun berupaya menanggapi dengan santai juga. Dia merayu agar ‘teman’ sebelahnya itu tidak menggunakan narkoba. ”Halo Iriana, kamu lagi ngapain? Itu obat apa yang ada di tangan kamu itu? Terus kenapa sih penampilan kamu makin berubah sekarang ini? Kamu kenapa?” ujar Fitra yang disambut tawa peserta saat berperan seolah tidak berhadapan dengan Ibu Negara.

”Iriana, saya lihat semenjak kamu bergaul sama teman-teman kamu yang di geng sana, kamu berubah. Penampilan kamu tidak seperti dulu lagi. Kenapa sih kamu begini? Saya bingung lho, padahal ketika kamu dulu masih anggun, saya suka sama kamu,” beber Fitra lagi kepada Ibu Negara tanpa ada rasa canggung.

”Tapi, karena kamu berubah seperti ini, saya semakin aneh. Apa kamu kena zat-zat narkoba? Jawab dong pertanyaan saya. Iriana kamu mengenakan narkoba ya? Terus penampilan kamu seperti ini, padahal kamu orang yang berwibawa lho,” ujar Fitra meneruskan aksinya.

Ibu Iriana lantas menimpali, ”Minta uang,” ujarnya berperan seolah-olah sebagai pecandu narkoba.

”Apa? Uang? Nggak ada duit dong,” timpal Fitra yang kembali mendapatkan sambutan tawa dari yang mendengar.

”Jadi, bagaimana caranya kalau teman terkena narkoba? Apa nasihatnya?” tanya Ibu Iriana serius.

”Pertama, sikap saya sebagai seorang teman saat mengetahui teman menggunakan narkoba, hal paling utama adalah mengingatkan kepada dia agar dia sadar akan bahayanya narkoba sebelum terlambat sebelum terjadi yang lebih lagi. Kita nasihati dia, kita rangkul dia ke jalan yang lebih baik lagi,” ungkap Fitra.

”Bagus,” komentar Ibu Negara mendengar jawaban Fitra. Atas jawaban itu, Fitra berhak mendapatkan satu unit sepeda.

Pelajar lain yang mendapatkan sepeda yakni Joana Nababan dari SMA Negeri 10 Pekanbaru. Sama seperti sebelumnya, Ibu Negara memberikan pertanyaan untuk mendapatkan sepeda.

”Tadi sudah dikasih sosialisasi ya? Apa yang kamu peroleh pengetahuan dari acara ini? Coba sampaikan ke teman-teman,” tanya Ibu Iriana.

”Manfaat dari tadi, itulah gunanya teman bu, seperti kita ini kita mengingatkan yang baik kepada teman-teman, bukan menjerumuskan, itu sama sekali tidak boleh, tapi ke arah lebih baik supaya kita semua sama-sama sukses, sama-sama bersih dari narkoba,” jawab Joana.

”Jadi mulai sekarang kita tanamkan dalam diri kita hilangkan narkoba, jangan pernah pakai karena akan merusak masa depan,” tambah Joana lagi.

Jawaban Joana memuaskan Ibu Iriana dan langsung memberikan hadiah sepeda untuk satu-satunya siswi yang dapat kesempatan mendapat sepeda di acara tersebut. ”Bagus, ambil sepedanya,” ujar Ibu Iriana.

Selain sepeda, Ibu Iriana juga membagikan ratusan buku tulis sebagai hadiah hiburan kepada peserta yang hadir.

Setelah Pekanbaru, rangkaian penyuluhan anti narkoba, kekerasan seksual dan pornografi juga akan menyambangi daerah lain di seluruh Indonesia diantaranya Pontianak, Ternate, Papua dan beberapa wilayah lainnya. (Bunga Kusuma Dewi)