Minggu, 30 April 2017

Berita

Tiga Solusi Orang Tua Jadi Sahabat Bagi Guru

22 Mar 2017 16:15:39


Tiga Solusi Orang Tua Jadi Sahabat Bagi Guru

SAHABAT KELUARGA- Orang tua dan guru harus mampu bekerjasama dalam mendidik peserta didik untuk menghasilkan peserta didik yang berprestasi secara akademik dan baik secara karakter.

Bagaimana solusi agar orang tua bisa bekerjasama, bahkan menjadi sahabat guru?

Pertama, bangun kesepakatan dan komitmen antara orang tua dengan guru. Ketika seorang anak diterima di sebuah sekolah, apapun jenjang pendidikannya, kedua belah pihak berembuk untuk membahas bagaimana pendidikan terbaik bagi anak tersebut. Orang tua ditanya apa harapannya pada sang buah hati ketika disekolahkan, sedangkan guru menyampaikan pola pembelajaran dan pendidikan di sekolah tersebut beserta aturan-aturannya.  Selanjutnya orang tua bisa menyampaikan persetujuan, penolakan, maupun berbagai saran dan masukan sehingga pengelolaan pendidikan anak adalah kesepakatan kedua belah pihak.

Di Finlandia yang merupakan Negara dengan system pendidikan terbaik di dunia, para orang tua tidak sekedar melepas anaknya ke sekolah. Bukan sekedar anak di daftarkan di sekolah lalu orang tua melepas tanggung jawabnya. Tetapi para orang tua memiliki ikatan kerjasama dengan sekolah. Hal ini bertujuan agar pihak sekolah mengetahui bakat anak lebih awal dan menggetahui apa yang dbutuhkan si anak ketika berada di kelas. Bahkan orang tua di minta untuk memonitor perkembangan anak dengan memberi kesempatan untuk menggeluarkan saran dan pendapat menggenai kurikulum yang dibutuhkan.

Kedua, membangun komunikasi yang intensif dan berkesinambungan melalui media sosial. Komunikasi antara guru dan orang tua yang intensif sangat bermanfaat untuk menjalin persahabatan. Saat ini perkembangan teknologi informasi sedemikian maju sehingga dapat dimanfaatkan guru dalam membangun komunikasi dengan orang tua. Media sosial semacam Facebook dan Whatsapp tentu efektif untuk menjembatani kedekatan guru dengan orang tua. Dalam grup Whatsapp tersebut orang tua bisa berkomunikasi dengan sesama orang tua dan guru, termasuk memberikan motivasi, masukan, dan saran. Jika ada program dari sekolah atau permasalahan umum di kelas, bisa dibicarakan bersama.

Ketiga, meningkatkan wibawa dan citra guru agar orang tua semakin percaya pada guru. Dalam pepatah Jawa, guru adalah sosok yang digugu omongane lan ditiru kelakoane (dipercaya ucapannya dan diteladani tindakannya). Pesan ini mengandung makna bahwa ”guru itu perkataannya selalu diperhatikan dan perbuatannya selalu menjadi teladan”. Menyandang profesi guru, berarti harus menjaga citra, wibawa, keteladanan, integritas, dan kredibilitasnya. Ia tidak hanya mengajar di depan kelas, tetapi juga mendidik, membimbing, menuntun, dan membentuk karakter moral yang baik bagi siswa-siswanya. Apabila orang tua sangat percaya pada guru, tentu setiap masalah akan dibicarakan secara kekeluargaan. Yanuar Jatnika