Sabtu, 24 June 2017

Berita

Kemendikbud Dukung Kemajuan Pendidikan untuk Perempuan

08 Mar 2017 16:05:38


Kemendikbud Dukung Kemajuan Pendidikan untuk Perempuan

SAHABAT KELUARGA – Memperingati Hari Perempuan International yang jatuh pada 8 Maret, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di bidang pemberdayaan perempuan menyelenggarakan dialog interaktif program PAUD dan Dikmas tahun 2017 bersama Gerakan Perempuan Cinta Pendidikan.

Dalam dialog yang dihadiri 200 perempuan dari sembilan organisasi perempuan yang tergabung dalam Gerakan Perempuan Cinta Pendidikan ini membuat pernyataan sikap untuk bersatu meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi perempuan.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas), Ir. Harris Iskandar, P.hD, mengapresiasi dan mendukung penuh pernyataan sikap yang disampaikan oleh sembilan ormas tersebut.

”Saya sangat senang dengan insiatif ibu-ibu sekalian memajukan pendidikan bagi kaum perempuan. Komitment ibu-ibu untuk mencerdaskan bangsa juga sangat seiring sejalan dengan platform Kementerian, khususnya program-program kami di PAUD dan Dikmas,” disampaikan Dirjen Harris Iskandar saat memberikan sambutannya di Graha Tama, Kemendikbud, Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Disampaikan Dirjen Harris, dalam bidang pendidikan, tantangan yang harus dihadapi Indonesia yakni bonus demografi. Hal tersebut menurutnya harus dijawab dengan produktivitas. Tantangan berikutnya yakni percepatan teknologi yang luar biasa yang resikonya dapat mengancam keutuhan keluarga.

Lebih lanjut, dalam upaya mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs), pemerintah membutuhkan kolaborasi dan kerja sama dari mitra-mitra strategis. ”Para ibu dan organisasi perempuan yang sudah bergerak inilah merupakan mitra strategi Kemendikbud,” tegas Harris yang mendukung penuh gerakan perempuan Indonesia ini.

Hal itu untuk menjawab tantangan besar yang dihadapi perempuan Indonesia saat ini. Dari data World Economic Forum tahun 2016, Indonesia menempati peringkat 88 untuk kesetaraan jender di negara-negara di dunia.

Masih banyak ditemui ketimpangan terhadap perempuan yang berada di daerah terpencil, pedalaman, perbatasan serta termajinalisasi. Untuk itu, perubahan yang paling tepat dan strategis menuju perbaikan nasib suatu kamu, mencapai kesetaraan jender dan untuk mewujudkan hak-hak perempuan, anak dan remaja adalah melalui pendidikan.

”Kami meyakini, membukakan akses pendidikan bagi perempuan, dari semua kalangan dan usia, di seluruh wilayah nusantara, sangatlah penting. Karena kemajuan pendidikan perempuan akan berdampak langsung pada kehidupan keluarga, masyarakat dan bahkan generasi mendatang. Kami siap bermitra dengan pemerintah dan organisasi lain dalam mewujudkan pendidikan yang berkeadilan,” kata Hetifah Sjaifudian, Ketua Gerakan Perempuan Ormas MKGR sebagai inisiator gerakan.

Tiga poin pokok pernyataan sikap yang disepakati sembilan ormas peremuan ini antara lain pertama, berkomitment untuk menjadikan perempuan miskin dan kaum marjinal bisa mengenyam pendidikan.

Kedua, kaum perempuan dapat memperoleh pendidikan luar sekolah sepanjang hayatnya. Terakhir, anak-anak perempuan dan remaja perempuan bisa mendapatkan kesempatan yang setara untuk mengembangkan potensinya dan melanjutkan pendidikan hingga jenjang pendidikan tinggi.

Sembilan perwakilan ormas perempuan yang hadir diantaranya Gerakan Perempuan Ormas MKGR, Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Komunitas Gerakan Peduli Anak Indonesia (KUGAPAI), Pasundan Istri (PASI), Persatuan Istri Insinyur Indonesia (PIII), Pengajian Al-Hidayah, Yayasan Penyayang Perempuan Indonesia, Wanita Pelopor Perjuangan Kemerdekaan Bangsa Indonesia (WPPKBI), dan Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI).

”Perempuan adalah pendidik utama dan pertama di keluarga. Kalau perempuan tidak cerdas, tidak pandai, maka ia tidak dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Perempuan terdidik akan memiliki kepercayaan diri lebih besar dan bisa melindungi dirinya dari berbagai ancaman termasuk kekerasan, membuka peluang lebih besar untuk memberikan pendidikan terbaik untuk keluarga, anak-anaknya serta untuk ikut mengambil keputusan,” kata Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Marlinda Irwanti, yang turut menghadiri dialog tersebut.

Turut hadir mendampingi Dirjen Harris yakni Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas, Wartanto, dan Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga, Sukiman. (Bunga Kusuma Dewi)