Kamis, 29 June 2017

Sekolah Keren

Dewi Ingin Kerjasama dengan Guru Bentuk Karakter Anak (Bag 1)

07 Mar 2017 16:27:02


Dewi Ingin Kerjasama dengan Guru Bentuk Karakter Anak (Bag 1)

SAHABAT KELUARGA- Kusumadewi bukanlah seorang ibu dari keluarga berkecukupan. Ia hanya seorang pegawai sebuah cafe di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten dan bersuamikan seorang pegawai biasa di sebuah perusahaan wisata penyedia jasa outbond, camping, pelatihan agro dan berbagai jasa terkait kewirausahaan.

Wanita akrab dipanggil Dewi ini hanya ingin empat orang anaknya mempunyai karakter yang baik disamping kemampuan akademik yang bisa menjadi bekal bagi kehidupannya kelak. Karena itulah, warga Jalan Kebun Manggis, Pondok Aren, Tangerang Selatan ini mengaku kecewa dengan sekolah formal.

Dalam pandangan Dewi, di sekolah formal, orang tua cenderung menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak-anaknya ke sekolah. Padahal ia ingin pembinaan karakter dan akademik itu dilakukan secara bersama dan sinergis antara guru di sekolah dan orang tua di rumah.

Atas dasar itu, berdasarkan informasi dari kenalannya, Dewi menyekolahkan anaknya di Home School Tunas Bangsa (HSTB) yang tak jauh dari tempatnya tinggal, yakni di Jalan Pondok Serut III, No.69, Pondok Kacang Barat Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

”Keempat anak saya sekolah di sini sejak playgrup. Yang paling tua sekarang di kelas 1 SMA, yang kedua di kelas 2 SMP, kelas 6 SD dan yang bungsu di kelas 5 SD,” ungkap Dewi saat ditemui belum lama ini.

Dewi bersyukur harapannya terwujud. Di homescholing yang lokasinya bersebelahan dengan SD Negeri Pondok Kacang II itu, ia bersama-sama dengan guru saling mendukung upaya penumbuhan karakter anak-anaknya. Orang tua ikut aktif memantau perkembangan anak di sekolah, sebaliknya pula, guru ikut serta memantau rutinitas anak di rumah. Hal itu dilakukan melalui buku penghubung dan komunikasi melalui aplikasi Whatsapp (WA). Yanuar Jatnika