Kamis, 17 August 2017

Berita

Ibu Negara Ajak Generasi Muda Hindari Narkoba

22 Feb 2017 07:39:28


Ibu Negara Ajak Generasi Muda Hindari Narkoba

SAHABAT KELUARGA – Hujan deras yang mengguyur kawasan Karanganyar, Surakarta pada Selasa (21/2/2017) pagi tak menyurutkan semangat siswa siswi SMP dan SMA se Kabupaten Karanganyar baik sekolah formal maupun nonformal (Kejar Paket B dan Kejar Paket C) untuk menghadiri acara Sosialisasi Anti Narkoba, Kekerasan Seksual dan Pornografi di Gedung Wanita Karanganyar, Surakarta.

Acara yang dihadiri lebih dari 1000 undangan ini merupakan kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas,  OASE KK (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja), Badan Narkotika Nasional (BNN), Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar, Dinas Pendidikan Kabupaten Karanganyar serta PKBM Pioneer.

Antusias siswa/i untuk mengikuti acara sudah terlihat sejak pagi. Meski pengamanan cukup ketat karena dihadiri oleh Ibu Negara, Hj. Iriana Joko Widodo, siswa/i  tertib antri memasuki tempat acara. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan lagu ‘Sehat Tanpa Narkoba’ milik Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga.

Sesi pertama diisi oleh duet narasumber, dokter neurosains dr. Anne Gracia dan pegiat parenting Diena Haryana. Kedua narasumber yang merupakan mitra Sahabat Keluarga itu menjelaskan tentang dampak kekerasan, narkoba dan pornografi terhadap gangguan kesehatan, psikologi dan kerusakan otak.

Antusias siswa tampak ketika disela-sela penjelasan narasumber terselip permainan-permainan berhadiah berupa pertanyaan kepada siswa/i. ”Jika sudah besar nanti saya ingin punya pekerjaan sampingan yaitu membuka café. Bukan café biasa, tapi nanti café tersebut menyediakan seseorang untuk menampung curhat. Bisa dibilang café konseling,” kata salah satu siswi perempuan saat ditanya tentang cita-cita di masa depan.

Dalam penjelasannya, dr. Anne mengatakan bahwa otak manusia berkembang sangat pesat. Jika dimasuki oleh hal-hal yang tak baik seperti pornografi, hal tersebut akan merusak fungsi kerja otak dimasa depan.

“Lakukan pembiasaan sehat dengan begitu otak akan menjadi otak yang cerdas untuk masa depan. Kalau otak masa depan ini dikurangi kecerdasannya dengan apa yang kita makan, minum atau yang kita lihat, maka fungsi otak ini akan teralihkan. Jangan ragu melakukan pembiasaan baik untuk masa depan,” pesan dr. Anne kepada para siswa.

Sementara itu, Diena Haryana menjelaskan fungsi keluarga sangat penting untuk melindungi anak dari hal-hal tak baik. ”Tempat paling aman untuk curhat adalah keluarga, baik ayah, ibu atau kakak. Mereka orang yang pasti melindungi kita. Jangan pernah curhat dengan orang lain apalagi orang baru. Kita tak pernah tahu dia siapa dan punya niat apa dengan kita,” kata Diena yang menampilkan video tentang bahaya penggunaan media sosial dan risiko kekerasan di dalamnya.

Sesi berikutnya diisi oleh Direktur Narkoba Polda Jawa Tengah, Kombes Polisi Krisno Siregar yang mengisi materi tentang macam-macam jenis narkoba, efek penggunaannya serta cara pencegahannya.

Meski hari sudah beranjak siang, semangat siswa/i mengikuti acara tak terlihat surut. Terlebih ketika Ibu Negara, Hj. Iriana Joko Widodo didampingi Ibu wakil presiden, Hj. Mufidah Jusuf Kalla serta rombongan anggota OASE KK yaitu para istri Menteri Kabinet Kerja memasuki tempat acara.

Kedatangan Ibu Iriana merupakan rangkaian kunjungan kerja di kabupaten Karanganyar. Dalam kesempatan itu, Ibu Iriana mengingatkan tentang bahaya narkoba untuk pelajar serta turut mendukung sosiaslisasi Anti Narkoba, Kekerasan Seksual dan Pornografi yang tengah digencarkan di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Kepada ratusan siswa yang hadir, Ibu Iriana membagikan puluhan buku dengan hadiah utama berupa tiga buah sepeda.

Kehebohan terjadi saat Ibu Iriana meminta tiga orang siswa yang berani maju ke atas panggung. Tiba-tiba belasan siswa langsung berlarian ke atas panggung agar bisa mendapatkan kesempatan tersebut. ”Saya minta tiga orang kok jadi banyak. Tidak apa-apa, tapi saya hanya menyiapkan tiga sepeda lho ya, selebihnya dapat buku,” ujar Ibu Iriana.

Ibu Iriana lantas menyeleksi siswa yang berhak mendapatkan sepeda dengan memberikan pertanyaan seputar materi acara. ”Bagaimana mencegah agar tidak terkena narkoba?”

“Pencegahan narkoba bisa dimulai dari keluarga dengan adanya perhatian orang tua terhadap kegiatan anaknya, apakah kegiatan anaknya positif atau tidak. Keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk menghindari hal-hal buruk. Bersama keluarga kita bisa mencegah agar tidak terkena narkoba. Selain itu dengan cara memilih teman yang baik dalam arti baik kepribadian maupun perilakunya. Dan yang terpenting, kita harus mengatakan tidak pada narkoba,” kata salah satu siswi SMA yang disambut tepuk tangan meriah dan berhak mendapatkan sepeda.

Acara bersama Ibu Negara ditutup dengan deklarasi bersama siswa-siswi se Kabupaten Karanganyar untuk berkomitmen menolak narkoba. 

Selain siswa/I, acara juga dihadiri oleh Dharma Wanita, KNPI, PKK, GOW, Persit, Bhayangkari, Piaragadiarni serta kepala sekolah Adiwiyata.

Setelah Karanganyar, acara sosialisasi anti narkoba, kekerasan seksual dan pornografi juga akan dilakukan di 9 kabupaten kota lainnya di seluruh Indonesia. Hal ini sebagai bentuk komitmen pemerintah serta istri menteri kabinet kerja dalam memberantas penyebaran narkoba di lingkungan pelajar. (Bunga Kusuma Dewi)