Rabu, 24 May 2017

Sekolah Keren

Orang Tua Mengajar, Siswa SMAN 15 Semarang Termotivasi

30 Des 2016 17:01:04


Orang Tua Mengajar, Siswa SMAN 15 Semarang Termotivasi

SAHABAT KELUARGA- Orang tua mengajar di sekolah anaknya?. Bila itu dapat memotivasi anak untuk merancang masa depan, why not? Apalagi hal itu diamanatkan dalam Kurikulum 2013.

Seperti yang dilakukan SMAN Negeri 15 Semarang, Jawa Tengah, pada pertengahan Desember 2016 lalu. Saat itu, melalui program yang dikemas dengan nama "Orang Tua Mengajar", Hadi Ibrahim Soleh, orang tua Nabila, salah satu siswa kelas XII, menuturkan pengalamannya sebagai pengusaha ekspor-import sejak dari nol sampai berhasil.

Dikutip dari http://www.antaranews.com, program itu diikuti oleh kelas XII dan berlangsung di aula SMA.

"Saya ingin memotivasi anak-anak untuk berwirausaha setelah lulus sekolah. Kalau mereka tidak punya biaya untuk kuliah, jangan putus asa," kata pria yang pernah menjadi OB (office boy) itu.

Bahkan, kata dia, saat masih bersekolah pun siswa bisa menangkap peluang usaha kecil untuk membantu membiayai sekolahnya, seperti berjualan baju, cuci motor, hingga berjualan gorengan.

"Ya, saya juga pernah mengalaminya. Kalau mau sukses, ya, harus mau berusaha dan berjuang, dimulai dari yang kecil. Tidak ada ceritanya orang tiba-tiba langsung jadi bos besar," katanya.

Ia juga tidak sependapat dengan kebanyakan orang tua yang "memaksakan" cita-cita anak menjadi pilot, dokter, dan sebagainya, melainkan lebih disesuaikan dengan bakat dan potensi anak.

"Kasihan anaknya kalau ternyata nanti tidak bisa jadi dokter karena tidak punya biaya untuk kuliah, dan sebagainya. Jangan juga mendoktrin anak menjadi PNS (pegawai negeri sipil)," ungkapnya.

Yang terpenting, kata Ibrahim, penanaman semangat kepada anak-anak untuk menjadi dirinya sendiri, sementara tugas orang tua untuk membimbing, termasuk jika ternyata anak ingin menjadi "entrepreneur".

"Satu yang tidak boleh dilupakan. Selalu ingat kepada Allah SWT, di manapun dan kapanpun. Jangan kemudian, begitu sudah sukses malah lupa kepada Tuhan," katanya kepada para siswa.

Wakil Kepala SMA Negeri 15 Semarang, Sukisroyi, menjelaskan program "Orang Tua Mengajar" merupakan bentuk partisipasi kalangan orang tua untuk pendidikan sebagaimana diamanahkan Kurikulum 2013.

"Tidak hanya orang tua ikut mengajar. Bisa juga nanti ada (program, red.) orang tua menilai. Intinya, peran orang tua diperbesar. Ikut bertanggung jawab terhadap pendidikan anak," katanya.

Galih Endah Mukti, siswa XII IPA 2 yang mengikuti kegiatan itu, mengaku termotivasi untuk menjadi sukses, apalagi setelah mendengar pengalaman salah satu orang tua siswa itu.

"Saya sangat terkesan. Memang sukses itu tidak mudah, harus berani mengawali dari sesuatu yang kecil. Namun, yang paling penting adalah selalu ingat kepada Allah SWT di manapun berada," katanya. Yanuar Jatnika