Kamis, 17 August 2017

Umum

8 Trik Wanita Karier Agar Tetap Dekat dengan Anak

15 Mar 2017 09:31:59


8 Trik Wanita Karier Agar Tetap Dekat dengan Anak

SAHABAT KELUARGA – Menjadi wanita karier atau ibu rumah tangga adalah sebuah pilihan. Namun keduanya masih memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu mendidik anak-anaknya hingga dewasa. Meskipun anak telah disekolahkan dalam lembaga pendidikan (formal maupun non formal) bukan berarti ketika di dalam keluarga, orang tua mengabaikan pendidikan anak.

Wanita karier berarti seseorang yang menggunakan waktunya untuk bekerja. Namun posisinya sebagai ibu tetap melekat di manapun ia berada. Bekerja di sini dalam artian bekerja yang dapat dilakukan dari rumah (contoh: bisnis onlineshop, penulis, wiraswasta) atau juga yang bekerja ke luar rumah. Ada kekhawatiran dalam dirinya ketika sibuk bekerja akan menjauhkan dengan anak-anaknya.

Berikut 8 trik yang dapat dilakukan agar ibu yang sebagai wanita karir tetap dekat dengan anak:

Pertama, berikan perhatian. Seorang ibu dapat memberikan perhatian kepada anak ketika akan berangkat atau sepulang bekerja. Begitu juga ketika anak jauh dari ibu. Pada zaman modern ini, kita dimudahkan oleh teknologi alat komunikasi. Jarak tidak lagi sebagai penghalang.

Misalnya ketika seorang ibu mendapat tugas bekerja ke luar kota tetap dapat menjalin komunikasi dengan anak. Berikan perhatian mulai dari hal sederhana. Misalnya sekedar ucapan agar anak berhati-hati ketika berangkat sekolah. Ucapan sederhana tersebut dapat meningkatkan semangat anak memulai hari.

Kedua, pahami perkembangan anak. Kebahagiaan seorang ibu adalah ketika dapat menikmati masa-masa perkembangan anak. Dari mulai belajar merangkak, belajar berjalan, belajar menulis hingga belajar memahami kehidupan.

Dengan memahami perkembangan anak, seorang ibu dapat bersikap sesuai yang dibutuhkan anak. Misalkan pada usia 3 tahun anak mulai mengenal huruf, maka ketika sepulang bekerja ibu membelikan buku tersebut anak akan senang, sehingga kedekatan dengan ibu akan tercipta.

Ketiga, dampingi anak mengerjakan tugas. Ketika anak mendapatkan tugas dari sekolah adalah kesempatan emas bagi ibu untuk membantu anak. Dengan demikian anak tidak akan merasa memikul beban tugas sendirian. Di sini bukan berarti ibu yang mengerjakan tugas, namun ibu sebagai pendamping, sehingga kemampuan anak tetap terasah dan keberadaan ibu semakin terasa bagi anaknya.

Keempat, bacakan cerita anak. Sebelum anak mampu membaca, ibu yang berkewajiban membacakan cerita, sehingga perlahan melatih anak membaca dan akan tercipta kebiasaan membaca sejak dini. Dengan membacakan cerita akan melatih imajinasi anak.

Kelima, temani anak bermain. Kak Seto Mulyadi, seorang Pakar Pendidikan Anak pernah mengungkapkan bahwa dunia anak adalah bermain, maka didiklah anak dengan cara bermain. Anak boleh bermain apa saja namun ibu juga tetap harus memperhatikan dengan siapa anak bermain, permainan apa yang dilakukan, atau pada zaman teknologi sekarang ini permainan apa yang diakses anak. Dengan menemani, ibu dapat memilihkan atau menyarankan permainan yang mendidik bagi anak.

Keenam, berbagi kisah. Ceritakan sekilas pekerjaan ibu sehingga perlahan anak dapat memahami bahwa seorang ibu juga mempunyai tanggung jawab pekerjaan.

Ketujuh, menjadi sahabat anak. Ada satu sisi di mana ibu harus dihormati namun jangan sampai membuat anak canggung dan takut dengan ibu. Posisikan seperti sahabat, sehingga anak dengan sendirinya akan mudah bercerita, meminta solusi kepada ibu ketika terjadi masalah.

Kedelapan, menjadi pendengar yang baik. Ketika anak mampu menceritakan apa yang dia rasakan maka seorang ibu harus berusaha mendengarkan dan memberikan solusi yang baik, dan tidak memaksakan pendapat.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa sesibuk apapun seorang ibu jika meluangkan waktu melaksanakan kedelapan strategi di atas dapat membuat anak semakin dekat. Sebaliknya, sebanyak apapun waktu kosong ibu jika tidak digunakan untuk anak, maka anak akan tetap terasa jauh. (Nasyiatun Niswah – Pustakawan, Pegiat Literasi, Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) An-Nafi’ Kemranjen Banyumas, Pengurus Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Banyumas, Editor Majalah Ilmiah dan Pendidikan Al-Husna UPK (Unit Pendidikan Kecamatan) Kemranjen)