Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Bijakkah Orang Tua Mengawasi Anak dengan Ketat di Internet?
#1
Bijakkah Orang Tua Mengawasi Anak dengan Ketat di Internet?

Banyak sekali anak di dunia media sosial, dan tanpa supervisi orang tua. Mereka bisa mengakses berbagai hal di Internet, seperti situs situs pornografi, cyberbullying, dan banyak lagi. Nah, sebuah seminar digelar di SMP Labschool Kebayoran, beberapa waktu lalu. Seminar itu berjudul “Mendampingi Anak dalam Dunia Media Sosial”.

Tujuan seminar ini adalah agar orang tua bisa menemani anaknya melalui proses tersebut. Tapi benarkah orang tua harus mengawasi dan membatasi penggunaan gadget dan Internet anaknya secara ketat?

Justru itu malah cara yang enggak bener lohh. Cara yang benar menurut 3 pembicara, yaitu: Ibu Najela Shihab, Ibu Vera, dan Ibu Ainun Chonsum adalah dengan memperhatikan perasaan dan kehidupan sang anak.

Ada seorang peserta yang bertanya: “Saya mempunyai anak SD, dan dia suka sekali berada di sosial media dan ngechat dengan teman-temannya, tapi per harinya itu suka saya batasi. Apa saya terlalu keras terhadap anak saya dengan mengambil gadget itu karena saya takut anak saya kenapa-napa?" kata si Ibu.

Ibu Najela Shihab menjawab: “Kadang anak itu merasa sedih bukan karena mereka tidak dibolehin tapi karena mereka tidak mendapat kepercayaan dari orang tuanya. Orang tua harus mendampingi anak-anaknya melalui proses belajar melalui sosial media, bukan dengan cara memantau pergerakan mereka secara ketat dan menyita gadget dan akses Internet mereka untuk menghidari dari hal-hal berbahaya yang bisa terjadi di dunia maya, tapi orang tua harus bisa mengerti perasaan anak dan nama bayi islami bisa mendampingi anak-anak di dunia sosial media.”

Kalian tahu enggak kalau misalkan anak-anak di bawah umur mengganti umurnya untuk mengikuti suatu situs media sosial, itu juga bisa berefek pada tingkat kepenasaran sang anak? Jika anak mengganti umur menjadi umur yang legal dan appropriate untuk situs tersebut, situs media sosial itu akan menunjukkan content yang sesuai dengan umurnya tanpa melakukan background check. Serem ya?

Dan jika kalian bertanya, kenapa sih anak-anak sudah mulai men-search hal-hal yang tidak pantas untuk umurnya? Itu karena mereka penasaran dan karena kurangnya komunikasi dengan orang-orang terdekatnya. Mereka malu menanyakan hal-hal tersebut kepada orang tua.

Jadi orang tua harus bisa menjaga komunikasi juga dengan anaknya. Bayangin deh jika anaknya kurang komunikasi dan mulai men-search hal yang aneh-aneh, serem kan?

Seminar parenting yang diakan sebagai bagian dari acara tahunan ACEX ini berkesimpulan: orang tua harus bisa mendampingi dan memperhatikan kegiatan yang dilakukan anaknya di dunia media sosial, dan juga harus bisa menjaga komunikasi yang baik.

Dan Sebagai Tambahan :

Setting HP Android Anak – Lindungi dari Content Negatif

Setting Parental Control

1. Buka HP android yang diperuntukkan anak Anda, klik menu Google Play Store.
- Klik bagian pojok atas kiri, untuk membuka setelan akun Play Store.
- Cari menu Setting atau Setelan
- Pilih Menu parental Control atau Kontrol Orang Tua

Disini dapat kita lihat, bahwa secara default / standard … tombol control pembatas content ini “Non Aktif”.
- Silakan aftifkan Tombol kotrol orang tua tersebut, maka muncul - Buat PIN.
Isilah dengan 4 digit angka yang mudah Anda hafal.
- Sesudahnya, akan terdapat 3 Tab pilihan untuk membatasi pengguna HP.
Seperti : Aplikasi dan game, Buku, Video/Film & Televisi.
(Tidak semua Negara memiliki ketiga macam pembatasan diatas).

2. Cara pembatasan  content yang aman untuk anak :

Misalnya, Klik tab Aplikasi dan game, lalu pilih Rating 3+
Maka …
Saat anak menjelajah Google Play Store, maka content aplikasi maupun game yang ditampilkan hanyalah yang sudah memiliki rating 3+.
Untuk game/aplikasi yang memiliki rating diatasnya, tidak ikut ditampilkan.

- Jangan Lupa …
Tutup Google play store terlebih dahulu, kemudian silakan coba untuk mengaksesnya kembali menu setting kotrol orang tua tadi, jika prosesnya OK, maka saat kita mau menon aktifkan control tersebut akan muncul permintaan PIN.
Sehingga anak tidak dapat mematikan sendiri control orang tua tersebut.

Kalau Anda malas memperhatikan ancaman negative Android terhadap anak, Siapa lagi ? dan Kalau bukan sekarang - kapan Lagi ?

SOURCE: target="_blank" class="mycode_url">http://www.rahasiacantik.info
  Balas


Lompat ke forum:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)