Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Dana BOS Kurang, Banyak Kepsek Terpaksa Utang Bayar Honor Guru
#1
Staf serta guru Sekolah Menengah Atas (SMA) serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se Kota Depok mengeluh dana Batuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan dari Propinsi Jawa Barat (Jawa barat) menyusut, mulai sejak ada peralihan penangganan SMA/SMK dari tingkat Kota/Kabupaten ke Provinsi Jawa barat.

Mereka beberapa banyak yang meminjam, berutang bahkan juga mengadaikan barang ataupun perhiasan untuk menutupi pembayaran upah honorer guru.

“Banyak guru atau kepala sekolah yang sangat terpaksa meminjam, berutang bahkan juga mengadaikan sertifikat, surat kendaraan ataupun perhiasan untuk menutupi kekurangan dana BOS yang ditujukan membayar honor guru honorer serta aktivitas sekolah yang lain, target="_blank" class="mycode_url">ucapan idul fitri ” keluh Tatang, Kepala SMK N 2 Depok pada Wakil Ketua DPRD Jawa barat Irvan Suryanegara waktu dialog antar guru serta Kepsek SMA/SMK se Kota Depok di SMA Negeri 4 Depok, Jumat (19/5/2017).

Dialog antar guru serta Kepsek SMA/SMK se Kota Depok di hadiri Anggota Komisi Bagian Pendidikan DPRD Jawa barat, Ivan Fauzi, Kepala Balai Service Pengawasan serta Pendidikan (BP3) Lokasi I Bogor Herry Pansila, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Depok M. Thamrin serta anggota DPRD Kota Depok Komisi D, Pradana.

Terlebih dulu dana BOS th. 2016 untuk SMA serta SMK di Kota Depok sebesar Rp 2, 3 juta/siswa namun saat ini cuma memperoleh Rp 700 ribu itupun sesudah ada menambahkan Rp 400 ribu dari Provinsi Jawa barat dari mulanya cuma Rp300 ribu jadi Rp700 ribu. Menyusutnya dana BOS sebesar Rp 2 juta karna dana itu dihapus atau tidak lagi diberi Pemkot Depok.

Kurangnya dana BOS bikin beberapa Kepsek ataupun guru di Kota Depok mesti mengadaikan atau memijam duit untuk menutupi upah guru honorer yang dibayar tiap-tiap bln., katanya yang mengharapkan ada menambahkan dana BOS untuk th. 2017/2018 yang akan datang supaya aktivitas belajar ataupun mengajar jalan lancar.

Untuk memunggut dana ke orangtua siswa atau murid, lebih dia, pastinya sekolah ketakutan ada tim saber pungli yang setiap waktu memonitor kondisi ataupun keadaan di semua lingkungan sekolah baik tingkat TK, SD, SMP ataupun SMA dan SMK saat ini.

ANGGARAN Rp26 MILIAR

Hal seirama disebutkan Ny. Effi, guru di SMA N 4 Depok, yang mengharapkan pembangunan gedung SMA N 11 bisa dikerjakan th. biaya 2018 yang akan datang pasalnya telah nyaris dua th. ini aktivitas belajar serta mengajar menumpang di SDN Kemiri Muka 2 Beji.

“Sudah lama guru ataupun murid di sekolah itu menantikan gedung baru karna sampai kini numpang di SDN, ” tuturnya yang memberikan tidak cuma SMA N 11 saja namun SMK N 3 Depok telah empat th. lebih numpang di SMPN 8 Cimanggis.

Disamping itu, Wakil Ketua DPRD Jawa barat, Irvan Suryanegara, menyikapi keluhan itu terkait dana BOS untuk SMA/SMK problem ini tidak cuma di Kota Depok saja namun semua Kota/Kab. Di Jawa barat juga mengeluhkan hal yang sama. Tetapi, dianya berjanji kalau untuk th. biaya yang akan datang pastinya semakin lebih di perhatikan.

Bila tidak salah dana yang disediakan terkait pelimpahan kewenangan pendidikan tingkat SMA/SMK ke provinsi Jawa barat, lebih dia, pihaknya sudah menganggarkan sebesar Rp 26 miliar untuk Kota Depok ini ditujukan supaya aktivitas pendidikan serta belajar dan mengajar tambah baik lagi di masa yang akan datang.
  Balas


Lompat ke forum:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)